Pemprov Riau Pastikan Inflasi Tetap Terkendali Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H

SELASIHMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Riau memastikan bahwa kondisi inflasi di wilayah tersebut masih berada dalam batas yang terkendali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat memimpin rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Riau.

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Daerah yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pada Rabu (11/3/2026). Dalam rapat koordinasi tersebut dipaparkan kondisi terbaru terkait perkembangan inflasi di daerah. Berdasarkan data yang disampaikan, tingkat inflasi Provinsi Riau pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,32 persen secara bulanan atau month to month (mtm).

Capaian tersebut dinilai cukup baik karena berada di bawah tingkat inflasi nasional yang pada periode yang sama mencapai 0,68 persen (mtm). Meski demikian, secara tahunan inflasi di Riau masih tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Secara year on year (yoy), inflasi di Riau tercatat sebesar 5,30 persen, sedangkan tingkat inflasi nasional berada di angka 4,76 persen. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar langkah pengendalian harga dapat terus diperkuat.

SF Hariyanto menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas, terutama menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, permintaan masyarakat biasanya meningkat. Karena itu kita harus memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar agar inflasi tetap terkendali,” ujarnya.

Dalam pemaparan rapat tersebut juga dijelaskan bahwa kenaikan inflasi pada Februari 2026 dipengaruhi oleh beberapa komoditas utama. Beberapa di antaranya adalah emas perhiasan, cabai merah, serta daging ayam ras. Kenaikan harga emas perhiasan terjadi seiring dengan meningkatnya harga emas di pasar global.

Sementara itu, kenaikan harga cabai merah dan daging ayam ras dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat serta bertambahnya biaya produksi di tingkat petani dan peternak. Meski demikian, tekanan inflasi tersebut masih dapat ditekan oleh penurunan harga sejumlah komoditas lainnya. Beberapa bahan pangan yang mengalami penurunan harga antara lain bawang merah, cabai rawit, bayam, telur ayam ras, buncis, hingga bensin.

Pemerintah juga mencatat bahwa tekanan inflasi yang sempat meningkat pada akhir tahun 2025 lalu tidak terlepas dari gangguan pasokan yang terjadi akibat bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Gangguan tersebut sempat memengaruhi distribusi bahan pangan serta ketersediaan beberapa komoditas di pasar.

Namun kondisi tersebut mulai berangsur membaik pada awal tahun 2026. Hal ini tercermin dari terjadinya deflasi pada Januari lalu yang menunjukkan adanya penurunan tekanan harga di pasar. Memasuki bulan Ramadan dan mendekati Idulfitri, aktivitas ekonomi masyarakat diperkirakan akan kembali meningkat. Kondisi ini berpotensi memunculkan tekanan inflasi apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Riau bersama TPID terus memperkuat berbagai langkah pengendalian inflasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan distribusi pangan, memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasar, serta melaksanakan berbagai program stabilisasi harga di daerah.

Selain itu, koordinasi lintas daerah juga terus ditingkatkan agar distribusi komoditas dapat berjalan lebih lancar, khususnya untuk bahan pangan strategis yang banyak dikonsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. SF Hariyanto berharap seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Riau dapat terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga di pasar.

“Koordinasi TPID harus diperkuat. Kita ingin masyarakat bisa menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok,” katanya.

Melalui berbagai langkah pengendalian yang dilakukan secara terpadu, pemerintah daerah optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat tetap terjaga. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menyambut bulan suci Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan lebih nyaman tanpa terbebani oleh kenaikan harga yang signifikan.

Sumber: TribunPekanbaru.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *