Langkah Arsenal dan Liverpool Perkuat Posisi Inggris di Puncak Koefisien UEFA

SELASIHMEDIA.COM – Liga Inggris hampir dipastikan memperoleh satu slot tambahan untuk tampil di Liga Champions musim depan melalui sistem peringkat koefisien UEFA, meskipun secara matematis peluang tersebut masih belum sepenuhnya terkunci. Posisi Inggris dalam klasemen koefisien semakin kokoh setelah dua perwakilannya, Arsenal dan Liverpool, berhasil melaju ke babak perempat final Liga Champions usai menyelesaikan fase 16 besar dengan hasil meyakinkan.

Keberhasilan Arsenal dan Liverpool tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap akumulasi poin koefisien UEFA bagi Inggris. Namun demikian, performa klub-klub Inggris tidak sepenuhnya berjalan mulus di kompetisi Eropa musim ini. Beberapa tim seperti Tottenham Hotspur, Newcastle United, Chelsea, serta Manchester City harus tersingkir lebih awal setelah mengalami kekalahan secara agregat.

Hingga saat ini, berdasarkan perhitungan koefisien UEFA, Inggris memimpin dengan selisih poin yang cukup jauh dibandingkan negara-negara pesaingnya, yaitu sebagai berikut:

  • Inggris – 23.847 poin
  • Spanyol – 19.468 poin
  • Jerman – 18.642 poin
  • Portugal – 18.300 poin
  • Italia – 17.928 poin

Sistem koefisien UEFA sendiri dihitung berdasarkan performa seluruh klub dari masing-masing negara di berbagai kompetisi Eropa, yang kemudian dibagi dengan jumlah klub yang berpartisipasi. Dengan keunggulan poin yang cukup signifikan tersebut, Inggris berada di posisi terdepan untuk mengamankan satu dari dua jatah tambahan Liga Champions musim depan.

Apabila posisi ini mampu dipertahankan hingga akhir musim, maka Liga Inggris berpotensi mengirimkan lima tim secara langsung ke Liga Champions melalui jalur peringkat klasemen domestik.

Sistem Poin dan Bonus Liga Champions

Perolehan poin dalam koefisien UEFA tidak hanya berasal dari hasil pertandingan berupa kemenangan atau imbang, tetapi juga ditambah dengan bonus performa, terutama di ajang Liga Champions yang memiliki bobot poin lebih besar. Berikut ilustrasinya, yaitu:

  • Kemenangan Barcelona atas Newcastle United memberikan tambahan poin bagi Spanyol.
  • Kemenangan Liverpool atas Galatasaray turut menambah poin bagi Inggris.
  • Sementara itu, Bayern Munich juga menyumbang poin untuk Jerman setelah mengalahkan Atalanta.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin jauh perjalanan sebuah klub di Liga Champions, semakin besar pula kontribusi poin yang diberikan kepada negaranya. Secara matematis, negara-negara pesaing seperti Spanyol, Jerman, dan Italia masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan dari Inggris. Namun, skenario tersebut dinilai sangat sulit untuk direalisasikan.

Klub-klub Spanyol, misalnya, membutuhkan tambahan kemenangan dalam jumlah besar untuk bisa menyalip Inggris. Sementara itu, Jerman dan Italia memerlukan jumlah poin yang lebih besar lagi, dengan asumsi bahwa klub-klub Inggris tidak lagi meraih tambahan poin hingga akhir kompetisi sebuah kemungkinan yang sangat kecil.

Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang turut memperkecil peluang negara pesaing, di antaranya yaitu:

Italia kehilangan potensi poin signifikan setelah Atalanta tersingkir dari kompetisi.Jerman juga mengalami penurunan peluang setelah Bayer Leverkusen disingkirkan oleh Arsenal.Portugal kini hanya mengandalkan Sporting CP sebagai wakil tersisa di Liga Champions.

Peran Kompetisi Eropa Lainnya

Meskipun Liga Champions menjadi penyumbang poin terbesar, kompetisi lain seperti Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa juga tetap memiliki peran penting dalam menentukan peringkat koefisien UEFA.

Beberapa wakil Inggris seperti Aston Villa, Nottingham Forest, dan Crystal Palace masih berpeluang menambah pundi-pundi poin pada leg kedua babak 16 besar di kompetisi masing-masing. Apabila klub-klub tersebut mampu meraih hasil positif secara konsisten, maka posisi Inggris di puncak klasemen koefisien UEFA berpotensi segera “terkunci”, bahkan sebelum seluruh rangkaian kompetisi Eropa musim ini berakhir.

Dengan keunggulan yang dimiliki saat ini, Liga Inggris berada di ambang untuk kembali mengirimkan lima wakil ke Liga Champions musim depan, sebagaimana yang pernah terjadi pada musim sebelumnya.Meskipun belum sepenuhnya resmi, dominasi klub-klub Inggris di berbagai kompetisi Eropa musim ini menjadi indikator kuat bahwa Premier League masih mempertahankan statusnya sebagai liga paling kompetitif di kawasan Eropa.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *