Hujan Deras Rusak Aspal, MotoGP Brasil 2026 Berjalan Tak Normal

SELASIHMEDIA.COM – Kemeriahan ajang MotoGP Brasil 2026 sedikit ternodai oleh insiden yang terjadi di lintasan Autódromo Internacional Ayrton Senna pada Senin (23/3/2026) dini hari. Balapan yang seharusnya berlangsung kompetitif justru diwarnai berbagai kendala teknis, terutama terkait kondisi lintasan yang tidak optimal.

Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan pembalap dan tim karena berpotensi membahayakan keselamatan selama balapan berlangsung. Sejumlah pembalap mengungkapkan keluhan serius terkait kondisi aspal sirkuit yang cepat mengalami kerusakan.

Hujan deras yang mengguyur area lintasan diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan permukaan aspal mengelupas dalam waktu singkat. Akibatnya, kondisi lintasan menjadi tidak stabil dan penuh risiko, sehingga pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk memangkas durasi balapan demi menjaga keselamatan seluruh pembalap.

Dua pembalap bersaudara, Alex Marquez dan Marc Marquez, turut memberikan pandangan mereka setelah menjalani balapan dalam kondisi tersebut. Alex menyebut pengalaman balapan di Brasil kali ini terasa sangat berbeda dari biasanya, bahkan ia mengibaratkannya seperti balapan motocross.

Pernyataan ini merujuk pada banyaknya kerikil aspal yang beterbangan akibat kondisi lintasan yang rusak, sehingga menciptakan tantangan tambahan bagi para pembalap. Fenomena tersebut terjadi ketika pembalap melaju dengan kecepatan tinggi, terutama saat mengikuti rider di depan.

Putaran ban yang kencang membuat serpihan aspal terlempar ke arah pembalap di belakang, meningkatkan risiko cedera maupun gangguan konsentrasi. Kondisi ini secara khusus dirasakan di tikungan 10 dan 11, yang menjadi titik paling bermasalah sepanjang balapan. Meski demikian, para pembalap masih mampu mengendalikan situasi tanpa memicu insiden besar.

“Sebenarnya balapan di sini tidak terlalu buruk, kecuali di tikungan 10 dan 11,” kata Alex Marquez dikutip dari Crash.

“Aspal di tikungan itu mengelupas dan ketika ada pembalap di depan Anda, bebatuan akan terlempar ke arah Anda.” ungkapnya.

“Ini terasa seperti motocross daripada balapan jalanan,” sambungnya.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Marc Marquez yang menilai kualitas aspal lintasan sangat rentan terhadap kerusakan, terutama setelah diguyur hujan deras. Ia menyoroti bahwa permukaan lintasan menjadi mudah terkelupas, sehingga menghasilkan banyak kerikil yang tersebar di beberapa titik.

Selain itu, kondisi tersebut juga menyebabkan lintasan menjadi licin, yang semakin menyulitkan pembalap dalam menjaga kestabilan motor saat melaju. Kondisi licin tersebut berdampak langsung pada strategi balapan, khususnya dalam melakukan manuver overtake. Marc Marquez mengaku kesulitan mempertahankan posisinya ketika mendapat tekanan dari Fabio Di Giannantonio.

Ia menyadari bahwa mempertahankan posisi dalam situasi lintasan yang berbahaya justru dapat meningkatkan risiko terjatuh, terlebih dengan perbedaan performa motor yang cukup signifikan antara dirinya dan sang rival.

“Aspalnya tak bisa bertahan dengan baik, yang membuat balapan menjadi dipersingkat,” kata Marc Marquez.

“Benar ada beberapa titik di lintasan yang berubah menjadi sangat licin, ketika Diggia menghalangi saya setelah overtake, situasinya menjadi rumit.” ujarnya.

“Namun saya memilih kehilangan posisi daripada terjatuh,” sambungnya.

Terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi selama balapan, Marc Marquez tetap mampu menunjukkan performa kompetitif dengan mengamankan posisi empat besar.

Ia hanya terpaut beberapa detik dari Fabio Di Giannantonio yang berhasil finis di posisi ketiga. Sementara itu, Alex Marquez harus puas mengakhiri balapan di posisi keenam setelah menghadapi kondisi lintasan yang menantang sepanjang perlombaan.

Sumber: Tribunsport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *