SELASIHMEDIA.COM – Kepanikan melanda warga di RT 02 RW 02 Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pulau Karomah, Kecamatan Sukajadi, ketika kobaran api tiba-tiba menghanguskan delapan unit rumah petak berbahan papan. Peristiwa tersebut terjadi dengan sangat cepat sehingga membuat warga yang berada di lokasi tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir.
Mereka berhamburan keluar dari rumah masing-masing, berusaha menyelamatkan diri dari ancaman api yang semakin membesar dan menjalar tanpa kendali. Para penghuni rumah petak terlihat berlarian keluar sambil berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dibawa.
Namun, dalam kondisi panik dan keterbatasan waktu, tidak semua harta benda dapat diselamatkan. Situasi yang penuh kepanikan tersebut membuat warga lebih memprioritaskan keselamatan jiwa dibandingkan harta benda yang mereka miliki.
Salah seorang warga, Nelmiati, yang merupakan ibu rumah tangga dan berhasil selamat dari kejadian tersebut, mengungkapkan bahwa api menyebar dengan sangat cepat. Ia menjelaskan bahwa para penghuni rumah tidak sempat melakukan banyak hal selain segera keluar menyelamatkan diri.
“Saya tadi sedang mencuci kain, tiba-tiba api menjalar cepat, dan langsung lari menyelamatkan badan saja,” ujar Nelmiati.
Akibat kebakaran tersebut, Nelmiati mengaku seluruh barang miliknya hangus terbakar tanpa tersisa. Mulai dari pakaian, dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, hingga kartu BPJS ikut dilalap api. Kondisi ini tentu menambah beban bagi korban yang sudah kehilangan tempat tinggal.
“Semuanya terbakar nggak ada yang tersisa, tapi Alhamdulillah kami selamat sekeluarga,” ujarnya.
Material bangunan yang didominasi kayu menjadi salah satu faktor utama cepatnya api menyebar dan menghanguskan seluruh bangunan dalam waktu singkat. Ketika petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian, kondisi rumah-rumah tersebut sudah dalam keadaan rata dengan tanah akibat dilalap si jago merah, sehingga upaya pemadaman hanya difokuskan pada pencegahan agar api tidak meluas ke area lain.
Nelmiati juga menyampaikan bahwa sebagian besar warga yang tinggal di lokasi tersebut merupakan penghuni kontrakan dengan kondisi ekonomi terbatas. Kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda menjadi pukulan berat bagi mereka yang sebelumnya sudah hidup dalam keterbatasan.
“Kami semuanya ngontrak dan semuanya kami orang susah,” ujar Nelmiati. Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan mudah terbakar.
Diharapkan adanya perhatian dari pihak terkait untuk membantu para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, serta upaya penanganan lanjutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Sumber: TribunPekanbaru.com
