SMARTPEKANBARU.COM – Pendapatan pajak daerah Provinsi Riau menunjukkan performa yang menggembirakan pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau hingga 31 Maret 2026, realisasi pajak telah mencapai Rp733,74 miliar atau sekitar 18,37 persen dari total target APBD sebesar Rp3,99 triliun. Pencapaian ini menandai tren peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp658,71 miliar. Kepala Bapenda Riau, Ninno Wastikasari, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan struktur finansial daerah meskipun kontribusi dari berbagai sektor pajak belum sepenuhnya merata.
Sektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi penopang utama dengan kenaikan yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp349,4 miliar. Selain itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga turut menyumbang tren positif dengan realisasi sebesar Rp146,01 miliar. Namun, di sisi lain, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) justru mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu. Sementara itu, sektor Pajak Air Permukaan cenderung stabil, serta mulai muncul kontribusi dari pajak alat berat dan mineral bukan logam yang menunjukkan angka persentase yang cukup menjanjikan.
Menanggapi hasil triwulan pertama ini, Ninno Wastikasari terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak tepat waktu. Ia menekankan bahwa pajak merupakan fondasi utama dalam membiayai pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, serta pendidikan di Provinsi Riau. Dengan partisipasi aktif dari warga, pemerintah daerah optimis bahwa target pendapatan tahun ini dapat tercapai guna mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Kemajuan pembangunan daerah sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat dalam memenuhi
Sumber: Tribunpekanbaru
