Kebakaran Lahan di Riau Masih Berlangsung, Pemadaman Terus Digencarkan

SELASIHMEDIA.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau hingga saat ini masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Hingga Minggu (15/3/2026), kondisi di lapangan menunjukkan bahwa beberapa titik api masih aktif dan memerlukan penanganan intensif dari tim gabungan yang terus siaga melakukan upaya pengendalian.

Berbagai langkah penanganan terus dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas di lapangan, mulai dari pemadaman langsung, proses pendinginan pada area yang telah terbakar, hingga pembuatan sekat guna mencegah api menjalar ke wilayah yang lebih luas.

Upaya ini dilakukan secara terpadu oleh berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya. Berdasarkan data pemantauan terbaru, terdeteksi sebanyak delapan titik api (firespot) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Rinciannya meliputi dua titik di Kabupaten Bengkalis, masing-masing satu titik di Indragiri Hilir, Kampar, dan Pelalawan, dua titik di Kota Dumai, serta satu titik di Kabupaten Rokan Hilir. Sebaran ini menunjukkan bahwa potensi karhutla masih cukup tinggi dan memerlukan kewaspadaan ekstra.

Di beberapa lokasi, kondisi api masih terlihat menyala sehingga penanganan terus difokuskan secara maksimal. Situasi tersebut di antaranya terjadi di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis; Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan; serta Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.

Di wilayah-wilayah tersebut, petugas terus berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Sementara itu, di Kota Dumai, tepatnya di Kelurahan Teluk Makmur dan Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, tim di lapangan masih menemukan adanya titik asap.

Kondisi ini menjadi indikasi bahwa bara api masih tersisa di bawah permukaan, sehingga dilakukan langkah pemadaman lanjutan sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali. Di sisi lain, terdapat pula beberapa titik yang telah berhasil ditangani dan dipadamkan oleh tim gabungan.

Keberhasilan ini tercatat di Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis; Desa Bekawan Dalam, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir; serta Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Meski demikian, proses pendinginan tetap dilakukan secara intensif di lokasi-lokasi tersebut guna memastikan api benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Ghafur, menegaskan bahwa seluruh tim yang terlibat terus bekerja secara maksimal di lapangan demi mencegah meluasnya kebakaran ke wilayah lain yang berpotensi terdampak.

“Sebagian titik api memang sudah berhasil dipadamkan, namun di beberapa lokasi masih terdapat api maupun asap. Tim di lapangan terus melakukan pemadaman dan pendinginan agar kebakaran tidak meluas,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa pemantauan situasi terus dilakukan secara intensif, tidak hanya melalui jalur darat tetapi juga didukung oleh operasi udara. Saat ini, tersedia tiga unit helikopter patroli yang terdiri dari dua unit milik BNPB dan satu unit milik Kementerian Kehutanan.

Helikopter tersebut digunakan untuk memantau kondisi terkini di wilayah-wilayah yang rawan terjadi karhutla serta membantu koordinasi penanganan secara cepat dan tepat.

“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh tim di lapangan agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” kata Jim.

Secara keseluruhan, upaya penanganan karhutla di Provinsi Riau masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak dan sumber daya yang ada. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk memastikan kebakaran dapat segera dikendalikan.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran serupa di masa mendatang. Dengan kerja sama yang berkelanjutan, diharapkan seluruh titik api dapat segera dipadamkan secara menyeluruh dan kondisi lingkungan kembali aman serta terkendali.

Sumber: TribunPekanbaru.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *