SELASIHMEDIA.COM – Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi solo Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 di usia 35 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker selama beberapa tahun terakhir.
Perjalanan kesehatannya sempat menjadi perhatian publik karena ia beberapa kali membagikan perkembangan kondisinya kepada para penggemar melalui berbagai kesempatan. Kepergian Vidi pun tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan penggemarnya, tetapi juga kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya memahami penyakit kanker, termasuk mengenali tanda-tanda awal yang kerap tidak disadari.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG menjelaskan bahwa kanker merupakan tumor ganas yang dapat berkembang dengan cepat serta berpotensi menyebar ke organ tubuh lainnya.
“Kalau kita bicara secara umum ya, ada istilah kanker, berarti itu adalah suatu tumor ganas ya. Tumor ganas, suatu keadaan di mana pertumbuhan dari tumor itu cepat dan dia bisa menyebar ke organ-organ lain atau metastasis ya,” ungkapnya kepada Tribunnews, Senin (9/3/2026).
“Dalam kondisi sudah menyebar ke tempat lain, kita bilang sudah masuk ke stadium 4. Nah, memang betul di awal mungkin bisa saja tanpa gejala ya,” lanjutnya.
Menurut Ari, pada tahap awal kanker ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Kondisi ini membuat banyak penderita tidak menyadari bahwa ada masalah serius yang sedang berkembang di dalam tubuhnya. Dalam sejumlah kasus, keluhan awal yang muncul justru sangat umum sehingga kerap dianggap sepele oleh penderitanya.
Salah satu gejala yang sering muncul adalah rasa pegal atau tidak nyaman di area pinggang atau di sisi tubuh. Keluhan tersebut sering kali dikira hanya akibat kelelahan, aktivitas fisik berlebihan, atau gangguan pada otot. Padahal, dalam beberapa kondisi, rasa pegal tersebut bisa berkaitan dengan pembengkakan pada ginjal.
“Atau pada pasien sebenarnya sudah merasakan pegel-pegel di sebelah kanan atau sebelah kiri. Nah, kemudian dianggap mungkin karena masalah otot gitu ya. Padahal sebenarnya sudah ada mulai pembengkakan pada ginjalnya,” jelas Prof Ari.
Selain rasa tidak nyaman di area pinggang, kanker ginjal juga dapat terdeteksi melalui pemeriksaan urine. Jika urine mengandung darah, baik yang terlihat secara langsung maupun yang hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius.
Menurut Ari, ditemukannya sel darah merah dalam urine bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada ginjal yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini.
Dengan melakukan pemeriksaan rutin, berbagai gangguan kesehatan dapat diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Selain itu, kesadaran masyarakat untuk lebih peka terhadap sinyal-sinyal kecil dari tubuh juga sangat diperlukan. Dengan mengenali gejala sejak tahap awal, peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan lebih cepat pun akan semakin besar.
Sumber: Tribunkesehatan.com
