SELASIHMEDIA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan optimistis terkait perkembangan konflik yang terjadi di Iran. Ia menilai eskalasi perang yang melibatkan aliansi Amerika Serikat dan Israel melawan Iran akan segera berakhir dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menggelar konferensi pers di Doral, Florida, pada Senin (9/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia menggambarkan operasi militer besar yang berlangsung selama sekitar sepuluh hari terakhir sebagai sebuah “ekskursi” atau perjalanan singkat yang telah direncanakan.
Padahal, berbagai laporan menyebutkan bahwa rangkaian serangan udara yang dilancarkan selama periode tersebut telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur vital di wilayah Iran.
“Perang ini akan selesai sangat segera. Kita sudah jauh melampaui jadwal yang ditentukan,” ujar Trump di hadapan awak media, mengutip Al Jazeera.
Trump juga membeberkan bahwa sejak konflik mulai memanas pada 28 Februari lalu, kekuatan udara Amerika Serikat bersama Israel telah menggempur ribuan target di wilayah Iran.Ia menyebut sedikitnya 5.000 titik sasaran telah menjadi target serangan udara.
Target tersebut meliputi berbagai fasilitas penting, seperti instalasi nuklir, kilang minyak, hingga infrastruktur pengolahan air bersih. Di tengah tekanan militer tersebut, pemerintah Iran disebut tetap berupaya menjaga stabilitas pemerintahan.
Teheran bahkan secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Penunjukan Mojtaba Khamenei dipandang sebagai langkah politik dari kelompok konservatif Iran untuk mempertahankan stabilitas kekuasaan di tengah situasi perang yang sedang berlangsung.
Meski menyampaikan optimisme mengenai berakhirnya konflik, Trump juga menyelipkan peringatan keras kepada pemerintah Iran. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat siap meluncurkan serangan yang jauh lebih besar jika Iran tetap berupaya memblokir Selat Hormuz.Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang sangat penting bagi distribusi minyak dunia.
Ancaman penutupan jalur tersebut telah memicu kekhawatiran di pasar energi global.Akibat ketegangan tersebut, harga minyak mentah dunia jenis Brent dilaporkan sempat melonjak hingga mencapai 119 dolar Amerika Serikat per barel. Angka ini menjadi salah satu lonjakan harga yang cukup signifikan dan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global.
“Jangan coba-coba menyandera dunia. Jika mereka (Iran) terus mengganggu pasokan minyak, mereka akan dipukul jauh lebih keras lagi,” tegas Trump.
Pemerintah Iran melaporkan dampak besar yang ditimbulkan dari serangkaian serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Hingga Senin (9/3/2026), pihak Iran menyatakan bahwa lebih dari 1.000 warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Selain korban jiwa, ribuan bangunan dan infrastruktur juga dilaporkan mengalami kerusakan parah.Berdasarkan laporan resmi dari Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran, serangan udara yang terjadi disebut banyak menyasar area yang tidak memiliki fungsi militer.
Tercatat sebanyak 13.785 situs sipil mengalami kerusakan berat. Dari jumlah tersebut, sekitar 11.293 merupakan rumah warga, sementara 2.383 lainnya merupakan unit usaha yang turut terdampak.
Sektor pendidikan juga tidak luput dari kerusakan. Setidaknya 65 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat serangan bom yang terjadi di sejumlah wilayah. Situasi di lapangan saat ini digambarkan berada dalam kondisi kemanusiaan yang cukup memprihatinkan.
Penasihat Senior Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, dalam keterangannya menyampaikan bahwa jumlah korban tewas terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.
“Mayoritas korban adalah warga sipil. Dari total korban tewas, lebih dari 200 di antaranya adalah perempuan,” ujar Jafarian, mengutip WANA.
Selain korban meninggal dunia, sekitar 12.000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Para korban saat ini masih menjalani perawatan medis, meskipun fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah dilaporkan mengalami keterbatasan akibat dampak konflik yang terus berlangsung.
Sumber: Tribunnews.com
