Lonjakan Campak di Indonesia, Tradisi Mencium dan Menggendong Bayi Saat Lebaran Perlu Diwaspadai

SELASIHMEDIA.COM – Meningkatnya kasus Campak di Indonesia membuat sejumlah ahli kesehatan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menjalani tradisi silaturahmi pada momen Idul Fitri. Salah satu kebiasaan yang sering terjadi saat Lebaran adalah menggendong, mencium, atau memeluk bayi ketika bertemu keluarga dan kerabat.

Meski dianggap sebagai bentuk kasih sayang, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit menular, terutama bagi bayi yang sistem kekebalannya masih rentan.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Jantung Anak, Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan bahwa orang tua tetap diperbolehkan bersilaturahmi seperti biasa. Namun, mereka harus lebih waspada dan memperhatikan kondisi kesehatan anak, terutama ketika berada di lingkungan yang ramai.

“Karena campak itu sangat menular, apalagi lebaran itu ketemu banyak orang. Orang tua harus hati-hati, bayinya ya terutama dari orang yang tidak dikenal, apalagi kalau di kerumunan, itu wajib waspada” kata dia saat ditemui di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, suasana Lebaran yang identik dengan pertemuan keluarga besar, tetangga, serta kerabat dari berbagai daerah dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular. Kondisi ini terutama berbahaya bagi anak-anak yang sistem imunnya belum sepenuhnya kuat, termasuk bayi dan balita yang masih berada pada tahap perkembangan sistem kekebalan tubuh.

Ia menambahkan bahwa tingkat penularan campak tergolong sangat tinggi. Bahkan satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus tersebut kepada banyak orang di sekitarnya, khususnya mereka yang belum memiliki perlindungan melalui vaksinasi.

“Satu kasus campak bisa menular kepada 12-18 orang di sekitar apalagi seseorang itu tidak memiliki riwayat vaksin.” ungkapnya.

Menjelang Lebaran, kekhawatiran orang tua juga semakin meningkat karena bayi mereka sering kali menjadi pusat perhatian keluarga besar. Banyak orang yang ingin menggendong atau mencium bayi sebagai bentuk kasih sayang.

“Menjelang Lebaran banyak orang tua khawatir bayinya dicium atau dipeluk banyak orang, ini membuat paranoid,” jelas Piprim.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, Piprim menekankan bahwa langkah pencegahan yang paling penting adalah memastikan anak telah menerima imunisasi lengkap sesuai jadwal. Vaksinasi menjadi salah satu perlindungan utama untuk mencegah penularan penyakit menular seperti campak, terutama ketika anak berada di lingkungan dengan banyak orang.

Selain memastikan imunisasi lengkap, orang tua juga disarankan untuk membatasi kontak fisik bayi dengan terlalu banyak orang. Hal ini terutama berlaku bagi orang yang sedang mengalami gejala penyakit seperti demam, batuk, pilek, atau muncul ruam pada kulit yang bisa menjadi tanda penyakit menular.

“Yang paling aman sebetulnya jika balita atau bayi yang sudah waktunya imunisasi, sebaiknya dilengkapi dulu imunisasinya sebelum bertemu banyak orang. Itu salah satu ikhtiar penting untuk melindungi anak-anak kita,” jelasnya.

Gunakan Masker Saat Berada di Keramaian Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama masa mudik Lebaran. Salah satu langkah sederhana yang dianjurkan adalah menggunakan masker ketika berada di tempat ramai guna mengurangi risiko penularan penyakit.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, menyampaikan bahwa orang tua harus memastikan kondisi kesehatan anak sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama bagi balita yang lebih rentan terhadap penyakit.

“Orang tua harus aware, harus tahu kondisi anak balitanya,” kata dr Andi saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).

Ia menambahkan bahwa apabila anak menunjukkan gejala seperti demam, batuk, pilek, atau tanda lain yang mengarah pada infeksi campak seperti konjungtivitis dan ruam pada kulit, maka orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Selain itu, perjalanan mudik sebaiknya ditunda sementara hingga kondisi anak benar-benar pulih, guna mencegah penularan penyakit kepada orang lain selama perjalanan maupun saat berkumpul dengan keluarga.

“Saat anak mengalami demam, batuk, rilek atau tanda-tanda lain seperti konjunktivitis yang mengarah kepada campak, segera bawa ke fasilitas pelayan kesehatan untuk diperiksa serta menunda perjalanan tersebut sampai anak sembuh.” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa campak merupakan salah satu penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi, sehingga kewaspadaan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut. “Campak ini daya tular penyakit sangat tinggi menyebar ke orang lain,” tegas dia.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, para ahli kesehatan berharap orang tua dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan anak. Selain memastikan imunisasi lengkap, membatasi kontak fisik dengan banyak orang, serta menggunakan masker di tempat ramai juga dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif.

Kesadaran dan kewaspadaan bersama sangat diperlukan agar momen silaturahmi Lebaran tetap berlangsung hangat tanpa mengorbankan kesehatan, terutama bagi bayi dan anak-anak yang masih rentan terhadap penyakit menular.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *