SELASIHMEDIA.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Riau. Agenda sakral yang diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat organisasi, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini dijadikan sebagai momentum krusial untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur kebangsaan. Otoritas pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga api semangat persatuan agar tetap menyala di dada setiap warga negara guna menangkal potensi fragmentasi sosial di tengah dinamika perkembangan zaman yang kian kompleks.
Kondisi geopolitik dan turbulensi global yang penuh dengan ketidakpastian menuntut fondasi ideologi negara yang kokoh sebagai jangkar moral dalam mengarungi arus disrupsi teknologi serta transformasi digital. Indonesia dinilai berhasil menjadi contoh konkret bagi dunia internasional mengenai bagaimana sebuah bangsa dengan bentang geografis belasan ribu pulau dan keberagaman ratusan etnik mampu hidup berdampingan dalam satu ikatan yang harmonis. Nilai-nilai dasar inilah yang mendasari arah kebijakan strategis negara agar tidak kehilangan orientasi keadilan di tengah persaingan global. “Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujar Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Pengejawantahan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab juga ditegaskan melalui peran aktif dan kontribusi nyata diplomasi luar negeri Indonesia yang bebas aktif di panggung internasional. Peran serta dalam pengiriman pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta konsistensi menyuarakan hak kemerdekaan bagi bangsa-bangsa terjajah menjadi bukti bahwa prinsip musyawarah mufakat diakui sebagai instrumen resolusi konflik yang andal. Kehadiran negara dalam kancah global bukan sebatas sebagai penonton, melainkan sebagai aktor aktif yang berupaya mewujudkan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia.
Di tingkat domestik, pemerintah daerah menyerukan pentingnya membumikan nilai luhur tersebut agar menjelma sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan teintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda sebagai pemegang estafet masa depan bangsa. Setiap perumusan kebijakan publik yang dilahirkan oleh jajaran birokrasi diinstruksikan untuk selalu berlandaskan pada asas keadilan sosial yang merata. Pola pendekatan ini wajib menjamin hak-hak kelompok masyarakat terkecil di tingkat tapak agar tidak ada satu pun warga negara yang merasa termarjinalkan atau ditinggalkan dalam proses pembangunan daerah.
Sebagai penutup pengarahan, seluruh elemen masyarakat di Bumi Lancang Kuning diimbau untuk terus membangun barikade pertahanan yang kuat dalam melawan segala bentuk infiltrasi paham intoleransi dan radikalisme yang dapat mengoyak tenun kebangsaan. Komitmen keagamaan yang luhur harus berjalan selaras dengan semangat nasionalisme yang tinggi guna membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang kuat karena nilai kemanusiaannya. Selama darah kebangsaan masih mengalir, internalisasi nilai dasar negara ini diharapkan akan terus berdenyut dalam setiap gerak nadi anak bangsa untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: Mediacenter Riau
