SELASIHMEDIA.COM, PEKANBARU – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau secara resmi merilis akumulasi data capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu agenda prioritas pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat. Hingga pekan ke-22 pada akhir Mei, otoritas medis daerah mencatat animo dan partisipasi publik yang sangat tinggi dalam mengakses fasilitas skrining dini tersebut di seluruh wilayah administratif. Integrasi sistem pemantauan berkala menunjukkan bahwa ratusan ribu warga telah mendapatkan intervensi pemeriksaan medis tanpa dipungut biaya guna memetakan peta risiko penyakit tidak menular maupun gangguan kesehatan sistemik lainnya secara kolektif sejak awal tahun.
Berdasarkan tinjauan grafik statistik performa pelayanan di tingkat daerah, Kabupaten Kampar sukses menempati urutan teratas dengan realisasi mencapai 174.648 jiwa dari total sasaran wilayah yang ditetapkan. Progresivitas penyerapan layanan yang masif juga ditunjukkan oleh Kabupaten Rokan Hulu yang mencatatkan angka kunjungan skrining sebanyak 104.936 jiwa, disusul secara ketat oleh Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai, dan Kabupaten Kuantan Singingi yang seluruhnya berhasil menembus ambang batas capaian di atas sepuluh persen dari total target populasi lokal. “Hingga 31 Mei 2026, sudah 673.845 jiwa yang mengakses layanan cek kesehatan gratis ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli.
Sementara itu, untuk kluster daerah dengan capaian menengah diisi oleh Kabupaten Rokan Hilir yang mencatatkan angka pemeriksaan sebanyak 62.829 jiwa, disusul Kabupaten Bengkalis dengan 49.131 jiwa, serta Kabupaten Pelalawan yang menyentuh angka 34.456 jiwa. Untuk wilayah Indragiri Hulu, pemenuhan target terdokumentasi sebanyak 34.071 jiwa, diikuti pusat ibu kota yakni Kota Pekanbaru yang berhasil menjangkau 63.049 warga. Dua posisi terbawah dalam grafik evaluasi ini ditempati oleh Kabupaten Indragiri Hilir dengan realisasi 31.608 jiwa serta Kabupaten Siak yang mencatatkan angka penyerapan paling rendah di tingkat provinsi, yakni sebanyak 21.689 jiwa.
Guna mendongkrak laju partisipasi di wilayah-wilayah yang masih berada pada grafik rendah, pemerintah daerah telah menyederhanakan mekanisme birokrasi operasional di lapangan secara signifikan agar lebih inklusif. Warga sipil yang ingin memanfaatkan hak jaminan pemeriksaan kesehatan ini hanya diwajibkan membawa dokumen identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga tanpa syarat domisili yang rumit. Penyelenggaraan layanan gratis ini telah diintegrasikan secara serentak pada 243 unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar kokoh di seluruh penjuru wilayah daratan maupun pesisir Provinsi Riau.
Otoritas dinas terkait mengimbau secara masif kepada seluruh elemen masyarakat agar membangun kesadaran preventif mandiri dengan melakukan pemeriksaan klinis secara rutin minimal satu kali dalam setahun. Deteksi dini terhadap fluktuasi tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol dinilai menjadi instrumen paling efektif untuk menekan angka mortalitas akibat keterlambatan penanganan medis di rumah sakit rujukan. Melalui optimalisasi program CKG ini, Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen penuh untuk mewujudkan ketahanan kesehatan masyarakat yang tangguh, produktif, dan bebas dari beban pembiayaan kuratif yang membengkak di masa depan.
Sumber: Mediacenter Riau
