Tragedi Malam Takbiran di Kampar, Aiptu Apendra Gugur saat Amankan Perang Mercon

SELASIHMEDIA.COM – Seorang anggota Polri, Aiptu Apendra, yang gugur saat menjalankan tugas pengamanan, sempat menjadi sasaran serangan dalam peristiwa perang mercon pada malam takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kejadian tersebut berlangsung di halaman Kantor Camat Kampar pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.

Informasi mengenai peristiwa itu turut diperkuat oleh beredarnya sebuah tulisan di media sosial dari akun Instagram @ahmad_yalis yang diduga milik rekan almarhum, yang diunggah pada Selasa (24/3/2026). Dalam tulisan tersebut, diceritakan suasana yang berlangsung saat kejadian, yang digambarkan penuh ketegangan akibat aksi perang mercon. Pemilik akun mengungkapkan kenangan terakhirnya bersama almarhum ketika sama-sama menjalankan tugas pengamanan di lapangan.

“Kenangan terakhir malam yang sangat menegangkan sama-sama kita di lapangan, pak,” tulis pemilik akun.

Ungkapan tersebut menggambarkan situasi yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga penuh risiko bagi petugas yang berjaga. Mereka disebutkan berupaya menghentikan aksi perang mercon yang dinilai sangat meresahkan masyarakat serta membahayakan pengguna jalan di sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut justru mendapat perlawanan dari pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.

“Tapi malah kita yang diserang pakai marcon,” lanjut tulisan itu. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa situasi di lapangan semakin tidak terkendali dan membahayakan keselamatan petugas.

Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa almarhum mengalami kelelahan setelah menghadapi situasi yang cukup berat sepanjang malam. Mereka bahkan dikejar serta menjadi sasaran tembakan mercon oleh pelaku.

Tekanan fisik dan kondisi di lapangan yang tidak kondusif diduga turut memperburuk keadaan almarhum hingga akhirnya ia meninggal dunia setelah menjalankan tugasnya. Kepala Kepolisian Sektor Kampar, AKP Asdisyah Mursyid, membenarkan situasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

“Benar. Almarhmum kelelahan saat melaksanakan tugas,” katanya kepada Tribunpekabaru.com saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026) malam.

Pernyataan ini menguatkan bahwa almarhum memang berada dalam kondisi kelelahan saat menjalankan tugas pengamanan malam takbiran. Sebelumnya, melalui keterangan resmi Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad juga menyampaikan bahwa almarhum sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya saat bertugas.

Berdasarkan keterangan tersebut, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung yang diduga kambuh akibat kelelahan selama menjalankan tugas pada malam takbiran. Almarhum kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Aulia Pekanbaru pada pukul 02.39 WIB.

Setelah itu, jenazah almarhum dimakamkan di Desa Tanjung Berulak, Kecamatan Kampar, usai pelaksanaan Salat Idulfitri. Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum selama bertugas sebagai anggota Polri.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya, Kapolri memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada almarhum. Pangkatnya dinaikkan satu tingkat dari Aiptu menjadi Ipda (Anumerta). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap pengorbanan almarhum yang gugur saat menjalankan tugas negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sumber: TribunPekanbaru.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *