SELASIHMEDIA.COM – Selama periode arus mudik Lebaran di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang berlangsung sejak 13 hingga 23 Maret 2026, jumlah penumpang yang dilayani secara akumulatif tercatat mencapai 125.886 orang. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 5,5 persen jika dibandingkan dengan periode arus mudik tahun 2025 yang mencatat sebanyak 119.369 penumpang.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi udara untuk pulang ke kampung halaman, sekaligus menjadi indikator bahwa minat perjalanan melalui jalur udara masih cukup tinggi pada musim Lebaran tahun ini. Peningkatan jumlah penumpang tersebut juga tidak terlepas dari peran bandara dalam menjaga kelancaran operasional selama periode mudik.
Berbagai layanan yang tersedia di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru tetap dioptimalkan guna mengakomodasi kebutuhan penumpang yang terus bertambah. Selain itu, pergerakan pesawat dan jadwal penerbangan turut disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tetap berjalan efektif dan tidak menimbulkan penumpukan penumpang di area terminal.
Sementara itu, aktivitas di bandara sempat mengalami penurunan pada hari pertama Idul Fitri, yang merupakan kondisi umum karena masyarakat cenderung telah tiba di tujuan masing-masing sebelum hari raya. Namun, memasuki hari kedua Lebaran, aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang kembali mengalami peningkatan secara bertahap.
Kondisi ini menandakan mulai terjadinya arus balik awal maupun peningkatan mobilitas masyarakat pasca perayaan Idul Fitri. General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad mengatakan, secara keseluruhan arus mudik tahun ini menunjukkan tren positif.
Pernyataan tersebut memperkuat data yang ada, bahwa meskipun terjadi fluktuasi pada hari tertentu, secara umum jumlah penumpang tetap berada dalam tren peningkatan. Hal ini juga menjadi gambaran bahwa pengelolaan arus mudik di bandara tersebut berjalan dengan baik dan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode Lebaran.
Dalam rangka menjaga kelancaran operasional, pihak bandara terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap trafik penerbangan yang berlangsung setiap hari. Pengawasan ini mencakup pergerakan pesawat, jadwal keberangkatan dan kedatangan, serta kondisi di area terminal penumpang.
Dengan pemantauan yang berkelanjutan, potensi gangguan operasional dapat diminimalisir sedini mungkin. Selain itu, koordinasi juga dilakukan secara aktif dengan maskapai penerbangan serta berbagai instansi terkait, seperti otoritas penerbangan dan pihak keamanan.
Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan optimal, mulai dari keamanan, keselamatan, hingga kenyamanan penumpang. Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah antisipatif dalam menghadapi potensi lonjakan arus balik yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga operasional bandara tetap terkendali dan kondusif.
Sumber: TribunPekanbaru.com
