SELASIHMEDIA.COM, PEKANBARU – Jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau menyatakan kesiapannya untuk merealisasikan rencana pemindahan pusat aktivitas administrasi organisasi ke kawasan Stadion Utama Riau. Langkah strategis ini diambil guna menindaklanjuti instruksi langsung dari pemerintah daerah yang menginginkan adanya pemanfaatan secara masif terhadap infrastruktur olahraga peninggalan PON tersebut. Otoritas olahraga daerah menyambut baik kebijakan penataan ulang fungsi ruang ini, mengingat selama ini sebagian besar fasilitas di kompleks stadion megah tersebut dinilai belum terkelola dan terintegrasi secara maksimal untuk mendukung iklim olahraga prestasi.
Kendati menyatakan komitmen penuh untuk berkantor di lokasi baru, pihak komite olahraga menggarisbawahi pentingnya pemenuhan fasilitas penunjang kerja dan kelayakan sarana perkantoran di area stadion sebelum proses migrasi dilakukan. Keterbatasan alokasi dana hibah yang diterima organisasi membuat pembiayaan renovasi teknis sepenuhnya diserahkan kepada instansi dinas teknis pemerintah daerah yang membidangi kepemudaan maupun pekerjaan umum. “Kita mengapresiasi arahan Gubernur itu mengenai hal itu (pemindahan kantor). Asal ya fasilitasnya disiapkan. Karena KONI dengan dana hibah tidak bisa menyiapkan itu,” ujar Wakil Ketua I KONI Riau, Khairul Fahmi.
Rencana relokasi ini nantinya tidak hanya menyasar struktur utama organisasi induk olahraga saja, melainkan juga diproyeksikan untuk mengakomodasi seluruh sekretariat cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Riau yang berjumlah 64 cabor. Skenario pemanfaatan ruang akan difokuskan pada pembenahan area luas di bagian basement stadion yang selama ini pasif dari kegiatan publik. Pola pembagian ruang akan dirancang secara fungsional menggunakan sistem penyekatan interior, sehingga ruangan yang luas dapat dibagi secara proporsional untuk digunakan oleh dua hingga tiga sekretariat cabang olahraga sekaligus secara efisien.
Dari sisi kebijakan daerah, keputusan pemusatan seluruh aktivitas administrasi olahraga di kawasan Jalan Naga Sakti ini didasarkan pada visi penyelamatan aset properti milik negara dari risiko kerusakan struktural yang lebih parah. Kehadiran aktivitas perkantoran yang rutin setiap hari di area stadion diyakini dapat mengubah citra kawasan yang selama ini dinilai rawan terhadap potensi tindak kriminalitas lingkungan. Pemerintah daerah menginstruksikan tim teknis dari lintas dinas untuk segera merumuskan cetak biru desain ruangan yang aman, representatif, dan ramah terhadap para pelaku olahraga daerah.
Melalui sinergi pemanfaatan fasilitas ini, ekosistem olahraga di Bumi Lancang Kuning diharapkan dapat tumbuh lebih solid dan terpusat dalam satu kawasan olahraga terpadu (sport center). Kemudahan koordinasi antar-pengurus cabang olahraga pasca-pemindahan dinilai akan mempercepat proses pengambilan keputusan taktis terkait persiapan kompetisi skala nasional. KONI Riau berharap proses pembenahan infrastruktur kantor baru di lingkungan stadion dapat berjalan tepat waktu, sehingga pelayanan administrasi atlet dan program pembinaan tidak mengalami kendala teknis selama masa transisi operasional berlangsung.
Sumber: Mediacenter Riau
