Kapolda Riau Pilih Rayakan Lebaran Tanpa Open House, Ganti Dengan Aksi Peduli Lingkungan

SELASIHMEDIA.COM – Di tengah tradisi perayaan Lebaran yang umumnya identik dengan kegiatan open house serta jamuan yang meriah, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan justru mengambil langkah yang berbeda. Irjen Herry memilih merayakan Idulfitri dengan cara yang lebih sederhana, namun sarat makna dan nilai sosial.

Pada tahun ini, perayaan Lebaran tidak hanya difokuskan sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga diarahkan menjadi momentum kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, salah satunya melalui program pembagian bibit pohon kepada personel. Keputusan untuk tidak menggelar open house diambil sebagai bentuk empati terhadap kondisi masyarakat yang tidak semuanya berada dalam situasi yang sama dalam merayakan hari raya.

Hal ini berkaitan dengan adanya musibah bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam waktu belakangan ini. Menurutnya, perayaan Idulfitri seharusnya tidak dimaknai sebagai ajang menunjukkan kemewahan, melainkan sebagai kesempatan untuk saling memahami kondisi sesama serta berbagi manfaat yang lebih luas.

“Lebaran tidak harus dirayakan dengan kemewahan, tetapi bagaimana kita bisa memberi manfaat,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Sebagai alternatif dari tradisi open house, kegiatan halal bihalal tetap dilaksanakan, namun dengan konsep yang lebih sederhana dan terbatas di lingkungan internal. Pendekatan ini tetap menjaga esensi silaturahmi tanpa mengesampingkan nilai kesederhanaan dan kepedulian sosial.

Setelah pelaksanaan Salat Id pada Sabtu (21/3/2026), para personel dijadwalkan menerima bibit pohon yang nantinya akan ditanam dan dirawat secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Riau, sekaligus membangun kesadaran ekologis di kalangan anggota kepolisian.

Ia menegaskan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis atau seremonial semata, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan yang dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

“Ini bukan hanya seremonial, tapi kita ingin ada hasil nyata untuk lingkungan,” katanya.

Melalui pendekatan ini, makna Lebaran diperluas tidak hanya sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menumbuhkan empati, kepedulian, serta menanam kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan lingkungan di masa mendatang.

Dengan demikian, perayaan Idulfitri tidak hanya berhenti pada aspek seremonial, melainkan menjadi titik awal bagi lahirnya aksi nyata yang berdampak positif, baik secara sosial maupun ekologis.

Sumber: TribunPekanbaru.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *