Respons Cepat Damkartan Jambi Evakuasi Ular Sanca 3,5 Meter di Permukiman Warga

SELASIHMEDIA.COM – Masyarakat Kota Jambi terus memanfaatkan layanan Call Center Bahagia sebagai sarana pelaporan berbagai situasi darurat yang terjadi di lingkungan sekitar. Layanan ini dinilai efektif karena mampu menjembatani komunikasi cepat antara warga dan petugas, sehingga setiap potensi bahaya dapat segera ditangani secara tepat.

Keberadaan layanan ini juga menjadi bentuk respons pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam hal penanganan kondisi darurat yang membutuhkan tindakan cepat dan terukur.

Baru-baru ini, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi berhasil mengevakuasi seekor ular sanca dengan panjang sekitar 3,5 meter di kawasan Jalan Ibrahim, Lorong Sekuntum, pada Rabu (25/3/2026) malam.

Kejadian ini sempat membuat warga sekitar resah karena keberadaan ular tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, menjelaskan bahwa laporan terkait keberadaan ular tersebut diterima petugas pada pukul 18.50 WIB dari seorang warga bernama M. Al Thoriq.

“Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi pukul 18.58 WIB dan tiba pada pukul 19.02 WIB. Respons cepat ini merupakan komitmen kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya Kamis (26/3/2026) pagi.

Ia menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap penanganan laporan darurat. Lebih lanjut, Mustari mengungkapkan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh Regu 3 Pos Alam Barajo yang dipimpin oleh Komandan Regu (Danru) III Abdul Mutalib HS. Tim menggunakan armada rescue roda dua untuk menjangkau lokasi dengan lebih cepat dan efisien, mengingat kondisi akses jalan yang relatif sempit dan padat permukiman warga.

“Ular sanca berhasil diamankan menggunakan alat khusus grap stick. Proses evakuasi berjalan aman dan lancar tanpa menimbulkan korban,” jelas Mustari.

Ia menambahkan bahwa penggunaan peralatan khusus serta keterampilan petugas menjadi faktor penting dalam memastikan proses evakuasi berjalan tanpa risiko, baik bagi petugas maupun masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, ular tersebut memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan perkiraan berat mencapai 10 kilogram.

Sebanyak empat personel diterjunkan dalam operasi tersebut, yang berlangsung selama kurang lebih 24 menit sejak petugas tiba di lokasi hingga evakuasi dinyatakan selesai dengan kondisi aman dan terkendali.

Mustari juga menegaskan bahwa dalam setiap pelaksanaan tugas, Damkartan Kota Jambi selalu mengedepankan prinsip 5T, yakni Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas. Prinsip ini menjadi pedoman kerja agar setiap tindakan yang dilakukan tidak hanya cepat, tetapi juga sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Di sisi lain, layanan Call Center Bahagia yang merupakan program unggulan Wali Kota Jambi, Maulana, terus menunjukkan peran pentingnya dalam mempermudah masyarakat menyampaikan laporan darurat secara cepat dan akurat. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Melalui layanan ini, masyarakat tidak perlu ragu untuk melapor jika menemukan kondisi yang membahayakan. Kami siap memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk lebih proaktif dalam melaporkan potensi bahaya yang ada di sekitar mereka. Adapun dalam menjalankan tugasnya, Damkartan Kota Jambi berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Sub Urusan Kebakaran di kabupaten/kota.

Regulasi tersebut menjadi landasan dalam memastikan setiap pelayanan yang diberikan telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah. Dengan adanya respons yang cepat serta penanganan yang profesional, keberadaan layanan ini diharapkan mampu semakin meningkatkan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat Kota Jambi. Selain itu, sinergi antara warga dan petugas juga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih tanggap terhadap berbagai potensi keadaan darurat.

Sumber: TribunJambi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *