SELASIHMEDIA.COM – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, hingga kini masih terus terjadi. Pada jam-jam tertentu, antrean bahkan terlihat mengular hampir di seluruh SPBU, terutama untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena dinilai menghambat aktivitas sehari-hari dan memicu kekhawatiran akan kelangkaan pasokan BBM di daerah tersebut.
Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) Kuansing mengungkapkan bahwa ada tiga faktor utama yang menyebabkan antrean panjang BBM subsidi masih terus berlangsung. Kepala Kopdagrin Kuansing, Masnur, menjelaskan bahwa penyebab terbesar berasal dari meningkatnya jumlah masyarakat yang beralih dari BBM non subsidi ke BBM subsidi. Menurutnya, kondisi ekonomi serta selisih harga yang cukup jauh membuat banyak pengguna kendaraan memilih menggunakan BBM subsidi dibandingkan BBM nonsubsidi.
Peralihan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi BBM subsidi di Kuansing setiap tahunnya. Sementara itu, kuota BBM subsidi yang disediakan tidak mengalami penambahan yang signifikan. Akibatnya, pasokan yang tersedia sering kali tidak mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Kondisi ini kemudian memicu antrean panjang di berbagai SPBU, terutama saat stok mulai menipis.
Selain meningkatnya pengguna BBM subsidi, pertumbuhan jumlah kendaraan di Kuansing juga menjadi faktor lain yang memperparah antrean. Setiap tahun, jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat terus bertambah. Namun, peningkatan jumlah kendaraan tersebut tidak diimbangi dengan penambahan kuota BBM subsidi. Dampaknya, SPBU lebih cepat kehabisan stok dan harus menunggu pengiriman berikutnya dari Pertamina.
Masnur juga menjelaskan bahwa pola penyaluran kuota BBM dari Pertamina ikut memengaruhi kondisi di lapangan. Jika sebelumnya sistem penyaluran kuota dilakukan secara tahunan, kini distribusi dilakukan per bulan. Pada sistem lama, SPBU dapat meminta pengiriman BBM kapan saja selama kuota tahunan masih tersedia. Namun, pada sistem baru, ketika kuota bulanan habis, SPBU harus menunggu hingga bulan berikutnya untuk kembali mendapatkan pasokan BBM subsidi.
Perubahan pola distribusi tersebut membuat sejumlah SPBU di Kuansing beberapa kali mengalami kekosongan stok selama beberapa hari. Situasi inilah yang kemudian menyebabkan antrean kendaraan semakin panjang karena masyarakat berebut mendapatkan BBM sebelum stok habis.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kopdagrin Kuansing berencana mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi kepada Pertamina agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik. Selain itu, pihaknya juga mengimbau seluruh pengelola SPBU agar lebih disiplin dalam menyalurkan BBM subsidi. SPBU diminta tidak melayani pembelian menggunakan jeriken maupun kendaraan yang tidak memiliki barcode resmi.
Pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi juga kini diperketat oleh aparat kepolisian. Polisi rutin melakukan patroli di sejumlah SPBU guna mencegah terjadinya penyelewengan serta memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
Sumber: Tribun Pekanbaru
