SELASIHMEDIA.COM – Banjir akibat luapan Sungai Subayang yang terjadi di Kecamatan Kampar Kiri Hulu hingga Kamis (2/4/2026) dilaporkan masih belum sepenuhnya surut. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun air mulai berangsur turun, dampak genangan masih dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Situasi ini juga menandakan bahwa proses pemulihan belum berjalan sepenuhnya, sehingga warga tetap diminta waspada terhadap potensi kenaikan air susulan. Debit air Sungai Subayang diketahui masih berada pada level yang cukup tinggi, walaupun ketinggian permukaan air telah mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada Rabu (1/4/2026).
Penurunan ini memberikan sedikit kelegaan, namun belum cukup signifikan untuk menghilangkan seluruh genangan yang ada. Arus air yang masih deras juga menjadi faktor yang memperlambat surutnya banjir di beberapa titik.
Sejumlah lokasi di kawasan tersebut dilaporkan masih tergenang sejak banjir pertama kali terjadi pada Rabu. Genangan air yang bertahan lebih dari satu hari ini berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk akses transportasi dan kegiatan sehari-hari.
Warga di beberapa desa masih harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, banjir telah merendam sedikitnya delapan desa yang berada di wilayah Kampar Kiri Hulu.
Luasnya wilayah terdampak menunjukkan bahwa banjir ini cukup signifikan dan memerlukan perhatian serius, baik dalam penanganan darurat maupun langkah antisipasi ke depan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.
Aswis, warga Desa Teluk Paman Timur, mengungkapkan bahwa kondisi banjir di beberapa titik sudah mulai mengalami penyusutan. Hal ini terlihat dari berkurangnya area genangan air, meskipun belum sepenuhnya kering.
Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa situasi di lapangan mulai menunjukkan perbaikan, walaupun belum merata di seluruh wilayah terdampak. Hal serupa juga terjadi pada akses jalan menuju Kelurahan Lipatkain di Kecamatan Kampar Kiri, yang sebelumnya sempat terendam cukup parah.
Menurutnya, pada Rabu (1/4/2026) terdapat sembilan titik badan jalan yang tergenang air sehingga menghambat mobilitas warga. Namun, kondisi tersebut kini berangsur membaik.
“Hari ini yang terendam tinggal dua titik lagi dari Teluk Paman Timur ke Lipatkain,” katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis pagi.
Sebelumnya, jalur transportasi di wilayah tersebut sempat lumpuh total akibat genangan air yang cukup tinggi, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi ini tentu berdampak pada distribusi barang dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses jalan tersebut.
Kini, meskipun masih terdapat genangan di beberapa titik, jalan sudah mulai bisa dilalui oleh kendaraan. Namun demikian, pengendara tetap diimbau untuk berhati-hati karena kondisi jalan yang masih tergenang dapat berpotensi membahayakan, terutama jika terdapat lubang atau kerusakan jalan yang tidak terlihat akibat tertutup air.
Sumber: TribunPekanbaru.com
