SELASIHMEDIA.COM – Agenda besar dunia tinju yang berpotensi mempertemukan dua legenda, yakni Floyd Mayweather Jr dan Manny Pacquiao, kembali menjadi sorotan dan memicu ketegangan. Padahal, rencana pertarungan ulang antara keduanya masih cukup lama dari jadwal pelaksanaan, namun dinamika di balik layar sudah lebih dulu memanas dan menarik perhatian publik serta media internasional.
Rencana pertarungan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 September mendatang. Meskipun masih beberapa bulan lagi, situasi sudah mulai memanas sejak beberapa waktu terakhir. Hal ini dipicu oleh sejumlah pernyataan dan tindakan dari kubu Floyd Mayweather Jr yang memunculkan polemik baru terkait status dan kesiapan pertandingan tersebut.
Pada akhir Maret lalu, Floyd Mayweather diketahui menggelar acara jumpa penggemar di Caesar’s Palace, Las Vegas. Acara tersebut dipenuhi oleh para penggemar setianya yang ingin bertemu langsung dengan petinju berjuluk “Money” itu.
Tidak hanya penggemar, sejumlah awak media juga turut hadir dan memadati area lobi hotel tempat acara berlangsung, menunjukkan besarnya perhatian terhadap setiap pernyataan yang disampaikan Mayweather.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu awak media menanyakan perkembangan terkait rencana duel melawan Manny Pacquiao yang dijadwalkan pada bulan September. Menanggapi pertanyaan itu, Mayweather mencoba menjelaskan kondisi yang sedang berlangsung.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini kedua pihak masih dalam tahap pencarian lokasi yang tepat untuk menggelar pertarungan besar tersebut, sehingga belum ada keputusan final. Selain membahas lokasi, Mayweather juga menyinggung mengenai status pertandingan itu sendiri.
Ia menegaskan bahwa duel tersebut tidak akan dihitung sebagai bagian dari rekor profesionalnya. Menurutnya, pertarungan melawan Pacquiao nantinya hanya akan bersifat ekshibisi, bukan laga resmi yang memengaruhi catatan kariernya.
“Kami belum tahu soal lokasi pertandingannya,” kata Mayweather dikutip dari ESPN.”The Sphere menjadi salah satu venue yang mereka bicarakan, jadi kami masih belum yakin 100 persen soal itu. Dan soal pertandingan itu, itu bukanlah laga resmi, itu adalah eksebisi,” sambungnya.
Pernyataan tersebut langsung menuai respons keras dari pihak Manny Pacquiao. Melalui CEO Manny Pacquiao Promotions, Jas Mathur, kubu Pacquiao membantah tegas klaim yang disampaikan oleh Mayweather.
Mereka menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di publik. Mathur bahkan menyebut bahwa pernyataan Mayweather tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap kontrak kerja yang telah disepakati kedua belah pihak.
Ia menegaskan bahwa pertarungan tersebut masih berada dalam jalur yang telah direncanakan dan tidak ada pembatalan dalam bentuk apa pun hingga saat ini.
“Pada saat ini, pertarungan masih dalam koridor. Tidak ada pembatalan dalam bentuk apa pun dan dia sudah tanda tangan untuk pertandingan tinju profesional,” kata Mathur. “Floyd Mayweather secara resmi melakukan pelanggaran kontrak. Dia melakukannya ketika berbicara ke publik soal pertarungan ini,” lanjutnya.
Mathur juga mengungkapkan bahwa pihak Mayweather sebelumnya turut hadir dalam proses peninjauan The Sphere sebagai salah satu kandidat lokasi pertandingan. Namun, meskipun sudah melakukan peninjauan secara langsung, hal tersebut tampaknya belum cukup untuk membuat Mayweather merasa yakin terhadap venue tersebut sebagai tempat penyelenggaraan laga.
Mathur kemudian membeberkan sejumlah kesepakatan lain yang telah dilakukan oleh Mayweather dalam rangka persiapan menghadapi Pacquiao. Ia menyebut bahwa Mayweather menandatangani tiga kesepakatan berbeda yang seluruhnya berkaitan dengan persiapan menuju pertarungan tersebut, termasuk salah satunya menghadapi petarung kickboxer asal Yunani, Mike Zambidis.
“Mayweather tak hanya menandatangani satu atau dua kesepakatan untuk persiapan melawan Pacquiao. Ia melakukan tiga kesepakatan yang akhirnya semuanya diubah tanggalnya,” terang Mathur.
“Dan ini semua berhubungan dengan persiapan dirinya bertarung melawan Pacquiao. Laga-laga itu mulanya akan terjadi pada 24 Oktober, 6 November, dan 14 Desember. Dia menerima uang dari semua kesepakatan itu. Tidak hanya itu, dia juga menerima bayaran awal dari kesepakatan tinju melawan Pacquiao,” lanjutnya.
Dengan berbagai pernyataan yang saling bertentangan dari kedua kubu, situasi ini semakin menambah ketidakpastian mengenai kelanjutan duel yang sangat dinantikan tersebut.
Kini, publik dunia tinju hanya bisa menunggu kejelasan lebih lanjut terkait status, lokasi, serta kepastian apakah pertarungan antara dua legenda ini benar-benar akan terwujud sesuai rencana atau justru kembali menemui hambatan.
Sumber: Tribunsport
