SELASIHMEDIA.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bahwa pemerintah menyiapkan bantuan benih jagung gratis untuk lahan seluas hingga 1 juta hektare.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat peningkatan produksi jagung nasional sekaligus mendukung target swasembada jagung. Hal tersebut disampaikan Sudaryono dalam kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 yang berlangsung di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Sudaryono, keberhasilan pembangunan sektor pertanian sangat dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni ketersediaan benih, air atau sistem irigasi, pupuk, serta kepastian harga hasil panen bagi para petani.
“Dalam pertanian, ada empat hal yang menjadi pokok penting, yaitu benih, air atau irigasi, pupuk, dan setelah panen harganya harus dibeli dengan harga yang baik,” ujar Sudaryono dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan keempat komponen tersebut dapat terpenuhi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan benih jagung gratis bagi petani.
“Kementan menyiapkan benih jagung gratis untuk 1 juta hektare lahan dari total sekitar 2,5 juta hektare lahan jagung nasional,” jelas Sudaryono.
Selain penyediaan benih, pemerintah juga memperkuat dukungan infrastruktur pertanian melalui program revitalisasi jaringan irigasi di berbagai daerah.
“Presiden telah menganggarkan Rp12 triliun untuk revitalisasi jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier pada 2025 dan program ini akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penyederhanaan mekanisme distribusi pupuk bersubsidi sekaligus memberikan tambahan insentif bagi petani.
“Pupuk bersubsidi kuotanya dipenuhi dan mekanisme distribusinya disederhanakan. Bahkan, diberikan tambahan pengurangan harga sekitar 20 persen,” kata Sudaryono.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah menjamin harga pembelian hasil panen petani agar tetap menguntungkan.
“Pemerintah telah menetapkan harga pembelian panen, yaitu Rp6.500 per kilogram untuk padi dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung,” ujarnya.
Dalam dialog interaktif pada kegiatan tersebut, Kapolda Kalimantan Tengah Iwan Kurniawan melaporkan perkembangan program pengembangan jagung di wilayahnya melalui sistem tumpang sari di lahan perkebunan kelapa sawit.
Menurutnya, luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah yang mencapai sekitar 2,1 juta hektare memberikan peluang besar untuk memanfaatkan lahan sela sebagai area pengembangan tanaman jagung.
Ia juga menyampaikan kebutuhan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti dryer dan peralatan pendukung budidaya jagung lainnya guna meningkatkan produktivitas petani. Menanggapi hal itu, Sudaryono memastikan pemerintah akan segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut.
“Saya minta tenaga ahli segera mem-follow up kebutuhan alsintan, termasuk pembinaan jagung di kebun kelapa sawit. Ini salah satu upaya peningkatan produksi jagung, terutama pada kebun sawit yang masih muda,” ujar Wamentan Sudaryono.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat kemandirian pangan di tengah dinamika global.
“Kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan tindak lanjut arahan presiden dalam memperkuat swasembada pangan. Kita harus memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki agar Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” kata Sigit.
Ia juga menyampaikan bahwa secara nasional program penanaman jagung terus diperluas guna meningkatkan produksi dalam negeri.
“Kami telah menanam lebih dari 600.000 hektare dengan potensi produksi sekitar 3,9 hingga 4 juta ton. Ke depan, targetnya adalah mencapai penanaman hingga 1 juta hektare bahkan lebih,” jelasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, pemerintah daerah, serta para petani, program penanaman jagung serentak ini diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.
Sumber:
