SELASIHMEDIA.COM – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil menorehkan sejarah penting di ajang Moto3 setelah finis di posisi ketiga pada Grand Prix Brasil yang digelar di Sirkuit Goiania, Minggu (22/3/2026). Hasil tersebut menjadikan Veda sebagai pembalap Indonesia pertama yang mampu meraih podium di kelas Moto3, sebuah pencapaian yang selama ini belum pernah diraih oleh rider Tanah Air.
Prestasi ini sekaligus membuka babak baru bagi kiprah pembalap Indonesia di level kejuaraan dunia. Menariknya, torehan impresif tersebut diraih hanya dalam dua kali penampilannya di Moto3. Pada balapan sebelumnya di GP Thailand, Veda sudah menunjukkan potensi dengan finis di posisi kelima.
Konsistensi awal ini memperlihatkan bahwa adaptasinya terhadap kompetisi kelas dunia berjalan cukup cepat. Pencapaian ini terasa semakin istimewa mengingat Veda merupakan rookie di Moto3 setelah sebelumnya sukses menjadi runner-up di ajang Red Bull Rookies Cup 2025.
Dalam balapan yang berlangsung dramatis di Goiania, pembalap asal Gunungkidul tersebut tampil semakin kompetitif, terutama setelah balapan kembali dilanjutkan usai red flag. Ia mampu membaca situasi dengan baik dan memanfaatkan peluang di sisa lap yang terbatas.
Dalam lima lap terakhir, Veda menunjukkan performa agresif namun tetap terkontrol hingga akhirnya berhasil mengunci posisi tiga besar. Penampilan tersebut menegaskan kematangan strategi yang jarang dimiliki pembalap seusianya. Pembalap berusia 17 tahun itu tidak hanya mencuri perhatian melalui aksinya di lintasan, tetapi juga lewat pernyataan emosionalnya setelah balapan berakhir. Sebagai bagian dari Honda Team Asia, ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.
“Syukur alhamdulillah, tentunya saya sangat bangga dan juga senang karena di balapan kedua di GP ini saya bisa mendapatkan posisi ketiga,” ujar Veda dalam wawancara bersama MotoGP.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan besar masyarakat Indonesia. “Tanpa kalian semua yang mendukung dari Indonesia, saya tidak akan bisa sampai di sini. Terima kasih banyak yang sudah mensupport dan mendukung saya,” kata Veda.
Balapan Moto3 di Brasil sendiri berlangsung penuh dinamika dan insiden. Kecelakaan yang melibatkan beberapa pembalap di tikungan keempat memaksa race director mengibarkan red flag. Balapan sempat dihentikan di lap ke-14, dan setelah dilanjutkan, jumlah lap dipangkas menjadi hanya lima lap tersisa dari rencana awal.
Perubahan ini membuat strategi balapan menjadi sangat krusial bagi setiap pembalap. Sebelum balapan dihentikan, Veda mengakui mengalami kendala, terutama dalam mengatur performa ban di lintasan yang membutuhkan tingkat grip tinggi.
“Sebelum red flag saya sedikit kesulitan dalam memanage ban saya. Tapi setelah red flag saya punya ban baru, jadi saya mencoba push di setiap lap,” jelasnya.
Kondisi ini justru menjadi titik balik yang menguntungkan baginya setelah restart dilakukan. Keputusan untuk langsung tampil menyerang sejak awal restart menjadi faktor penentu keberhasilannya. Dengan waktu yang terbatas, Veda tidak memiliki banyak opsi selain tampil maksimal sejak lap pertama.
“Karena hanya tersisa lima lap, saya mencoba untuk ke depan dan alhamdulillah bisa finis ketiga,” kata Veda.
Strategi agresif tersebut terbukti efektif, karena ia mampu menyalip sejumlah pesaing dan mempertahankan posisinya hingga garis finis. Kebahagiaan yang dirasakan Veda pun tidak terbendung setelah balapan usai. Ia mengungkapkan bahwa emosinya sempat meluap saat masih berada di atas motor.
“Tadi di trek lurus saya teriak, mungkin tidak terlihat dari TV, tapi saya sangat senang,” katanya. Momen tersebut menjadi gambaran nyata betapa besar arti podium ini, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi, tetapi juga bagi perkembangan dunia balap motor Indonesia.
Hasil di Brasil menjadi dorongan moral yang signifikan bagi Veda untuk menghadapi seri berikutnya di MotoGP Amerika yang akan digelar di Circuit of the Americas. Ia menyadari bahwa masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan, namun kini ia memiliki kepercayaan diri lebih untuk bersaing di barisan depan.
“Saya punya confidence karena minggu ini bisa fight di rombongan depan. Saya akan coba perbaiki kesalahan dan tampil lebih baik di GP America,” kata dia.
Podium di Brasil bukan sekadar hasil akhir, melainkan menjadi titik awal dari potensi besar yang dimiliki Veda Pratama di level Moto3. Dengan kombinasi mental kuat, strategi yang semakin matang, serta dukungan luas dari masyarakat Indonesia, peluang untuk kembali meraih podium di masa mendatang terbuka lebar. Konsistensi performa akan menjadi kunci utama dalam menentukan langkah kariernya ke depan di kancah balap dunia.
Hasil 10 besar Moto3 Brasil 2026
- Maximo Quiles
- M. Morelli
- Veda Pratama
- Alvaro Carpe
- Guido Pini
- R. Salmela
- V. Perrone
- Adrian Fernandez
- C. O’Gorman
- H. Danish
Keberhasilan Veda Ega Pratama di Brasil menjadi tonggak penting bagi kebangkitan pembalap Indonesia di ajang balap motor dunia. Prestasi ini tidak hanya menunjukkan kapasitas individu, tetapi juga mencerminkan perkembangan pembinaan balap di Indonesia yang mulai membuahkan hasil nyata.
Jika mampu menjaga konsistensi dan terus berkembang, bukan tidak mungkin Veda akan menjadi salah satu kekuatan baru yang diperhitungkan di Moto3, bahkan berpeluang naik ke level yang lebih tinggi di masa depan.
Sumber: Tribunsport
