Tips Menjaga Kesehatan Kulit Selama Ramadan, Prioritaskan Hidrasi dan Nutrisi

SELASIHMEDIA.COM – Perubahan pola makan, pergeseran jam tidur, serta berkurangnya asupan cairan selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya memengaruhi kondisi tubuh secara umum, tetapi juga berdampak pada kesehatan kulit. Sebagai organ terbesar dalam tubuh, kulit turut mengalami proses adaptasi terhadap perubahan ritme biologis yang terjadi selama periode tersebut.

Apabila perubahan ini tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, berbagai permasalahan kulit dapat muncul, seperti kulit menjadi kering, iritasi, hingga tampak kusam. Oleh karena itu, para ahli menilai bahwa Ramadan justru dapat menjadi momentum yang tepat untuk menata kembali rutinitas perawatan kulit melalui langkah-langkah yang lebih sederhana, konsisten, dan berfokus pada kebutuhan dasar kulit.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Arlene Rainamira menjelaskan bahwa selama Ramadan seseorang dapat memprioritaskan hal-hal yang paling esensial dalam perawatan kulit, yaitu menjaga hidrasi, melindungi kulit dari paparan lingkungan, serta memperhatikan asupan nutrisi yang mendukung kesehatan kulit.

“Tujuan utama perawatan kulit selama Ramadan adalah menjaga hidrasi dan memperkuat pertahanan alami kulit,” kata dr Arlene dalam kegiatan edukasi Insights on Healthy Skin, Nutrition, and Self-Care yang digelar di Jakarta baru-baru ini.

Menurutnya, saat seseorang berpuasa, tubuh akan mengalami adaptasi metabolik akibat perubahan pola makan serta berkurangnya asupan cairan pada siang hari. Kondisi ini turut memengaruhi kulit yang berfungsi menjaga keseimbangan hidrasi sekaligus melindungi tubuh dari berbagai faktor eksternal.

Berkurangnya cairan dalam tubuh dapat menimbulkan sejumlah gejala pada kulit, seperti rasa kering dan tertarik setelah mencuci wajah, meningkatnya sensitivitas sehingga kulit lebih mudah memerah atau terasa gatal, hingga kambuhnya beberapa masalah kulit seperti jerawat dan eksim. Selain itu, dehidrasi ringan juga dapat membuat kulit tampak kusam serta menyebabkan bibir menjadi pecah-pecah.

“Selama bulan puasa, kulit menghadapi tantangan berupa perubahan hidrasi dan ritme biologis. Karena itu, menjaga kekuatan skin barrier sangat penting,” ujar dr. Arlene.

Untuk menjaga kesehatan kulit selama Ramadan, dr. Arlene menyarankan rutinitas perawatan yang sederhana namun dilakukan secara konsisten. Pada pagi hari, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan wajah menggunakan gentle cleanser yang mampu membersihkan kulit tanpa menghilangkan minyak alaminya.

Setelah itu, penggunaan hydrating toner atau essence dapat membantu memberikan hidrasi awal pada kulit. Tahap berikutnya adalah mengaplikasikan pelembap (moisturizer) untuk mengunci kelembapan sehingga kulit tetap terhidrasi sepanjang hari.

Langkah terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah penggunaan sunscreen guna melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet serta berbagai stres lingkungan.Sementara itu, pada malam hari rutinitas perawatan kulit difokuskan pada proses pemulihan dan regenerasi. Wajah kembali dibersihkan menggunakan gentle cleanser, kemudian dilanjutkan dengan hydrating toner untuk membantu penyerapan nutrisi dari produk perawatan berikutnya.

Penggunaan targeted serum juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit, misalnya untuk meningkatkan hidrasi, memperbaiki tekstur kulit, atau membantu mencerahkan kulit. Jika kondisi kulit sangat kering, penggunaan pelembap dengan tekstur yang lebih kaya dapat membantu memberikan hidrasi yang lebih intensif selama proses regenerasi kulit di malam hari.

Dr. Arlene juga menekankan pentingnya memilih produk dengan formula yang lembut dan tidak menimbulkan iritasi. Produk yang baik seharusnya tidak membuat kulit terasa kaku atau tertarik setelah mencuci wajah serta mampu mendukung hidrasi sekaligus memperkuat skin barrier.

“Selama Ramadan, pilih formula lembut yang fokus pada hidrasi untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan kulit,” jelasnya.

Selain perawatan dari luar, kesehatan kulit juga sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi selama Ramadan. Dokter spesialis gizi dr. Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK menjelaskan bahwa pola makan yang seimbang saat sahur dan berbuka dapat membantu mendukung proses regenerasi alami tubuh, termasuk menjaga kesehatan kulit.

Protein berperan penting dalam pembentukan kolagen serta membantu perbaikan jaringan kulit. Sementara itu, asam lemak omega-3 dikenal memiliki efek antiinflamasi yang dapat mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan. Selain itu, konsumsi sayur dan buah yang kaya antioksidan juga penting untuk membantu melindungi kulit dari stres oksidatif.

“Selama Ramadan, tubuh dan kulit sama-sama beradaptasi. Pola makan yang seimbang, kaya protein, lemak sehat, serta antioksidan dapat membantu proses regenerasi alami tubuh sekaligus mendukung kesehatan kulit,” ujarnya.

“Bagi kami, clean beauty bukan sekadar tren, melainkan standar kerja yang kami terapkan setiap hari agar memberikan manfaat nyata bagi konsumen sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” ujar Founder & CEO Sensatia Michael Lorenti.

Dengan menerapkan perawatan kulit yang tepat serta menjaga pola hidup yang seimbang selama Ramadan, kesehatan kulit tetap dapat terjaga dengan baik. Perubahan rutinitas selama bulan puasa juga dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk kembali memprioritaskan hal-hal yang mendasar dalam merawat diri.

Melalui perawatan yang sederhana, konsisten, serta didukung oleh asupan nutrisi yang seimbang, kulit dapat tetap sehat, terhidrasi, dan tampak lebih segar sepanjang bulan Ramadan.

Sumber: Tribunkesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *