Insiden Maut di Rohul, Permainan Remaja Berujung Petaka

SELASIHMEDIA.COM – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, yang bermula dari aksi permainan perang-perangan menggunakan senjata mainan di kalangan remaja dan berakhir dengan jatuhnya korban jiwa. Seorang remaja dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami cedera serius akibat terkena lemparan batu di bagian kepala.

Kejadian ini sontak menjadi perhatian publik karena bermula dari aktivitas yang dianggap sekadar permainan. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu membenarkan adanya insiden tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim).

“Ada laporan soal itu. Sedang diselidiki Reskrim,” kata Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra melalui Kasi Humas AKP Yohanes Sitindaon kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (25/3/2025).

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkapkan secara rinci kronologi lengkap kejadian tersebut karena proses pengumpulan data dan keterangan masih berlangsung. Lebih lanjut, Yohanes Sitindaon menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan penjelasan resmi setelah seluruh informasi yang diperlukan telah terkumpul secara utuh.

“Nanti disampaikan. Sekarang sedang proses di Reskrim,” ucapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa aparat kepolisian masih berhati-hati dalam menyampaikan informasi guna menghindari kesimpulan yang prematur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunpekanbaru.com dari berbagai sumber, peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (22/3/2025), yang bertepatan dengan hari kedua perayaan Idulfitri. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu dan titik lokasi kejadian secara spesifik.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi di wilayah Surau Gading, Kecamatan Rambah Samo, sementara informasi lain menyebutkan lokasi berada di sekitar unit pembangkit listrik milik PLN di daerah Sungai Kuning, yang juga berada di kecamatan yang sama.

Korban diketahui berinisial DN, seorang remaja berusia 16 tahun yang merupakan warga Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu. Dari keterangan yang diperoleh, DN saat itu berada bersama sejumlah rekannya yang mengendarai mobil pick up jenis L300. Para remaja tersebut berada di bagian belakang kendaraan (bak mobil) dan terlibat dalam permainan perang-perangan menggunakan senjata mainan dengan peluru khusus mainan.

Diduga, selama perjalanan berlangsung, aksi saling “menyerang” dengan senjata mainan tersebut juga dilakukan terhadap kelompok remaja lain yang ditemui di sepanjang jalan. Situasi tersebut kemudian berkembang hingga terjadi aksi pelemparan batu. Dalam insiden itu, korban DN terkena lemparan batu yang mengenai bagian belakang kepalanya, yang mengakibatkan luka serius.

Hingga saat ini, pelaku pelemparan batu masih belum dapat dipastikan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pelaku diduga merupakan seseorang yang berada di sekitar lokasi, baik pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki. Namun, kepastian mengenai identitas pelaku masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.

Setelah mengalami cedera, korban sempat dilarikan ke RS Surya Insani untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, meskipun telah mendapatkan perawatan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Kepergian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Peristiwa ini juga ramai diperbincangkan di media sosial, dengan berbagai komentar dari warganet yang turut menyampaikan informasi maupun belasungkawa.

“Baru kemarin kejadian berangkat perang, Pulang ⊃2; udah jadi mayat. Korbannya orang (janji raja bangun purba)” tulis akun Haryono.

“Ada korban tadi bng gara2 tembak2 remaja yang naik mobil l 300 dilempar batu kena kepala belakang ninggal dirumah sakit surya insani warna pasir Pangaraian remaja umur 15 tahun korbnnya,” akun lainnya memberi komentar.

“Alamat janji raja korban nya,, memang kena lempar pas dekat kepala belakang,” akun lainnya menimpali.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan remaja, untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang melibatkan potensi risiko di ruang publik. Permainan yang awalnya dianggap tidak berbahaya dapat berubah menjadi tragedi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap fakta secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sumber: TribunPekanbaru.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *