SELASIHMEDIA.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi selama sepekan terakhir di Pekanbaru berdampak langsung pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional. Kondisi ini semakin membebani masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, karena daya beli mereka ikut tertekan akibat lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat.
Berdasarkan pantauan Tribunpekanbaru.com pada Selasa siang, 5 Mei 2026, di sejumlah pasar di kawasan Delima dan Tabek Gadang Panam, beberapa komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga ikan patin yang sebelumnya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp28.000 per kilogram naik menjadi sekitar Rp30.000 per kilogram. Ikan baung juga mengalami kenaikan dari Rp70.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, harga udang meningkat dari Rp110.000 menjadi Rp130.000 per kilogram. Tidak hanya itu, harga iga sapi turut naik dari Rp95.000 menjadi Rp100.000 per kilogram. Komoditas beras merek Topi Koki juga mengalami kenaikan dari kisaran Rp156.000 menjadi Rp157.000 per kemasan.
Kenaikan harga ini diduga kuat dipicu oleh terganggunya distribusi barang akibat sulitnya mendapatkan BBM, baik jenis Pertalite maupun solar. Terhambatnya distribusi membuat biaya operasional para pedagang meningkat, sehingga mereka terpaksa menaikkan harga jual kepada konsumen untuk menutupi biaya tambahan tersebut. Salah seorang warga, Lestari, yang ditemui di pasar tradisional Jalan Delima, mengaku merasakan dampak kenaikan harga tersebut dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebutkan bahwa lonjakan harga yang terjadi saat ini terasa cukup signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Menanggapi situasi ini, anggota DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri, meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ia mengingatkan bahwa jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka berpotensi memicu inflasi daerah yang dapat memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan distribusi BBM kembali normal.
Selain itu, DPRD juga mendorong adanya langkah antisipatif agar kenaikan harga kebutuhan pokok tidak semakin meluas ke komoditas lainnya. Menurutnya, kenaikan harga yang sudah terjadi cenderung sulit untuk kembali turun dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pemerintah diminta segera bertindak cepat agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin besar dan merugikan masyarakat luas.
Sumber: Tribun Pekanbaru
