Amerika Serikat Percepat Pengembangan Teknologi 6G untuk Hadapi Era Komunikasi Masa Depan

SELASIHMEDIA.COM – Pemerintah Amerika Serikat mulai mempercepat persiapan pengembangan teknologi jaringan 6G yang diperkirakan akan menjadi generasi baru komunikasi digital pada tahun 2030 mendatang. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat posisi Amerika Serikat dalam persaingan teknologi global sekaligus mempersiapkan infrastruktur komunikasi masa depan yang lebih cepat, stabil, dan efisien dibanding jaringan 5G yang saat ini masih terus dikembangkan di berbagai negara.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan media teknologi PhoneArena pada 9 Mei 2026, pemerintah Amerika Serikat melalui National Telecommunications and Information Administration (NTIA) tengah melakukan analisis mendalam terkait spektrum frekuensi yang akan digunakan untuk jaringan 6G. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan teknologi komunikasi generasi berikutnya agar mampu mendukung kebutuhan digital yang semakin besar di masa depan.

Salah satu spektrum yang paling banyak dibahas adalah pita frekuensi 7GHz. Frekuensi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung jaringan 6G karena mampu menyediakan kapasitas data yang lebih tinggi serta koneksi yang lebih cepat. Pita 7GHz sebelumnya juga direkomendasikan dalam white paper yang dirilis kelompok industri telekomunikasi 5G Americas pada Oktober 2024. Rekomendasi tersebut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan besar di bidang teknologi jaringan, seperti Nokia dan Ericsson.

Presiden Donald Trump disebut telah menunjukkan perhatian terhadap pengembangan teknologi 6G sejak beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2025, Trump menandatangani memorandum bertajuk “Winning the 6G Race” yang meminta NTIA untuk melakukan analisis terhadap spektrum di bawah pita 7GHz, khususnya pada rentang frekuensi 7125 MHz hingga 7400 MHz. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah Amerika Serikat ingin bergerak lebih cepat dalam mempersiapkan era komunikasi generasi baru.

Selain frekuensi 7GHz, pemerintah Amerika Serikat juga mempertimbangkan sejumlah spektrum lain untuk mendukung jaringan 6G, di antaranya frekuensi 4.4GHz, 2.7GHz, dan 1.6GHz. Meski demikian, pita 7GHz hingga saat ini masih dianggap sebagai kandidat paling kuat karena dinilai memiliki kemampuan terbaik dalam mendukung kebutuhan konektivitas masa depan.

NTIA bahkan telah meluncurkan situs khusus yang menampilkan perkembangan studi berbagai spektrum yang sedang diteliti untuk teknologi 6G. Dalam laporan tersebut, pita 7GHz disebut sudah memasuki tahap evaluasi yang lebih maju dibandingkan spektrum lainnya. Kepala NTIA, Arielle Roth, menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya membuka lebih banyak ruang spektrum agar teknologi komunikasi generasi baru dapat berkembang secara optimal.

Pemerintah Amerika Serikat juga menyiapkan pendanaan melalui Spectrum Relocation Fund guna mendukung berbagai studi dan penelitian terkait spektrum jaringan 6G. Selain itu, pemerintah dikabarkan menargetkan perangkat ponsel berbasis 6G mulai tersedia secara komersial pada saat penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 2028. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman komunikasi yang jauh lebih cepat dan mendukung perkembangan teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan, kendaraan otonom, hingga internet of things secara lebih luas.

Sumber: Tribun Technology

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *