SELASIHMEDIA.COM – Proses pembersihan lumpur yang dilakukan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Upaya ini merupakan bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang sedang dijalankan secara bertahap oleh pemerintah bersama berbagai lembaga terkait.
Hingga awal Maret 2026, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra terus melakukan percepatan penanganan di berbagai titik lokasi yang terdampak. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan material lumpur, tetapi juga mencakup pemulihan lingkungan serta pengembalian fungsi berbagai fasilitas yang sebelumnya terganggu akibat bencana.
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Amran, menjelaskan bahwa proses pembersihan lumpur merupakan salah satu tahap yang sangat penting dalam rangka rehabilitasi pascabencana. Hal ini karena keberadaan lumpur di berbagai wilayah terdampak dapat menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga.
“Pembersihan lumpur merupakan bagian dari tahap rehabilitasi pascabencana yang bertujuan untuk memulihkan akses masyarakat serta memastikan fasilitas publik dapat kembali berfungsi,” ujar Amran saat konferensi pers Satgas PRR Pascabencana Sumatra di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan bahwa upaya pembersihan tersebut terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat terkait, hingga dukungan dari relawan dan masyarakat setempat. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Satgas PRR pada Senin (9/3), dari total 508 lokasi yang menjadi sasaran kegiatan pembersihan lumpur di tiga provinsi terdampak, sebanyak 406 lokasi telah berhasil dibersihkan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 80 persen dari keseluruhan target lokasi yang harus ditangani.
Sementara itu, sebanyak 102 lokasi lainnya hingga kini masih berada dalam tahap proses penanganan. Tim di lapangan terus bekerja untuk menyelesaikan pembersihan di wilayah-wilayah tersebut agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.
Provinsi Aceh tercatat sebagai wilayah dengan jumlah lokasi pembersihan lumpur terbanyak dibandingkan dengan dua provinsi lainnya. Dari total 455 lokasi yang menjadi target pembersihan di Aceh, sebanyak 366 lokasi telah berhasil dibersihkan sepenuhnya. Sementara itu, 89 lokasi lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan oleh tim yang bertugas di lapangan.
Di Provinsi Sumatra Utara, kegiatan pembersihan lumpur dilakukan di 24 lokasi yang terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 lokasi telah berhasil diselesaikan proses pembersihannya, sedangkan 13 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan terus dikebut agar dapat segera diselesaikan.
Adapun di Provinsi Sumatra Barat, proses pembersihan lumpur telah berhasil diselesaikan sepenuhnya. Sebanyak 29 lokasi yang sebelumnya terdampak lumpur telah dibersihkan seluruhnya, sehingga progres penanganan di provinsi tersebut telah mencapai 100 persen.
Selain area permukiman dan fasilitas umum, proses pembersihan juga difokuskan pada fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung secara normal. Amran mencontohkan sejumlah sekolah di wilayah Aceh Timur yang telah berhasil dibersihkan secara menyeluruh, baik di bagian dalam bangunan maupun di lingkungan sekitarnya.
“Beberapa sekolah seperti SD Lokop dan SMP di Kecamatan Lokop, Aceh Timur, misalnya, sudah dibersihkan 100 persen, baik di dalam ruangan maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurut Amran, keberhasilan pembersihan di fasilitas pendidikan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan para siswa dapat kembali menjalani proses pembelajaran dengan aman dan nyaman setelah sebelumnya terdampak bencana. Pemerintah pun terus berupaya mempercepat proses rehabilitasi di berbagai sektor agar kehidupan masyarakat di wilayah terdampak dapat pulih secara bertahap.
Sumber: Tribunnews.com
