SELASIHMEDIA.COM – Banyak masyarakat mengaku kondisi fisik mereka justru menurun setelah menjalani perjalanan mudik. Berbagai keluhan kesehatan seperti flu, batuk berdahak, hingga radang tenggorokan sering muncul sesaat setelah kembali ke rumah.
Dokter Spesialis Paru (Pulmonologist) dr. Jaswin Dhillon, Sp.P, menjelaskan bahwa fenomena ini umumnya disebabkan oleh akumulasi kelelahan serta berbagai paparan yang dialami selama perjalanan panjang.
“Ketika kita mudik kita pasti capek. Capek fisik, capek pikiran mungkin ya, karena mungkin ada drama,” ujarnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Rabu (18/3/2026).
Perjalanan mudik sendiri menjadi salah satu pemicu utama munculnya gangguan kesehatan. Selama perjalanan, tubuh dihadapkan pada berbagai faktor risiko secara bersamaan, mulai dari kelelahan berkepanjangan, pola makan yang tidak teratur, hingga paparan debu serta interaksi dengan banyak orang. Kondisi tersebut menyebabkan daya tahan tubuh menurun secara bertahap.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan, khususnya yang berkaitan dengan saluran pernapasan. Kesalahan lain yang sering dilakukan masyarakat adalah langsung kembali menjalankan aktivitas seperti bekerja tanpa memberi waktu bagi tubuh untuk pulih. Padahal, setelah perjalanan jauh, tubuh membutuhkan jeda untuk mengembalikan stamina dan keseimbangan fisik.
“Kalau bisa pulang mudik jangan mepet-mepet sama hari kerja. Jadi kasih waktu 1-2 hari kamu untuk istirahat di rumah,” jelasnya.
Waktu istirahat ini sangat penting agar tubuh dapat kembali bugar dan tidak mudah terserang penyakit. Selain itu, pemenuhan nutrisi yang tepat juga berperan besar dalam proses pemulihan, terutama untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Konsumsi makanan tinggi protein sangat dianjurkan karena dapat membantu mempercepat perbaikan jaringan tubuh dan meningkatkan daya tahan. Di sisi lain, mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih juga tidak kalah penting.
“Minum air putih yang banyak supaya tenggorokannya tetap lembab, tidak kering,” tambahnya.
Kelembapan tenggorokan yang terjaga dapat mengurangi risiko iritasi serta mencegah infeksi yang lebih serius. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan cairan tubuh menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif. Apabila gejala yang dirasakan tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, masyarakat disarankan untuk segera mencari bantuan medis.
Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah kondisi berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Selain itu, konsumsi vitamin juga dapat menjadi tambahan untuk membantu meningkatkan sistem imun setelah tubuh mengalami kelelahan akibat perjalanan panjang.
Menjaga kesehatan saluran pernapasan tidak hanya penting saat perjalanan berlangsung, tetapi juga setelah tiba di rumah. Dengan memberikan waktu istirahat yang cukup, menjaga asupan nutrisi, serta memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, risiko gangguan kesehatan pasca mudik dapat ditekan.Hal ini penting agar momen Lebaran tetap dapat dinikmati dengan kondisi tubuh yang sehat, sehingga kebersamaan dengan keluarga tetap berjalan dengan nyaman dan menyenangkan.
Sumber: Tribunkesehatan
