SELASIHMEDIA.COM – Angka pengangguran di Pekanbaru menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir, yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran terbuka di kota tersebut pada tahun 2025 mencapai 5,24 persen.
Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni pada 2024 yang berada di kisaran 4,63 persen. Kenaikan ini mencerminkan adanya tekanan di sektor ketenagakerjaan yang belum sepenuhnya pulih, sekaligus menandakan bahwa jumlah penduduk usia kerja yang belum mendapatkan pekerjaan masih cukup signifikan.
Kondisi tersebut secara jelas memperlihatkan adanya peningkatan tingkat pengangguran terbuka di Pekanbaru dari tahun ke tahun. Hal ini tidak hanya menjadi indikator persoalan ekonomi, tetapi juga menunjukkan adanya tantangan dalam penyediaan lapangan kerja yang sebanding dengan pertumbuhan jumlah angkatan kerja. Jika tidak ditangani dengan tepat, peningkatan ini berpotensi berdampak pada aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.
“Kalau BPS menghitung, enam bulan saja di kota ini tidak bekerja termasuk pengangguran,” ujar Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Abdul Rahim kepada Tribunpekanbaru.com.
Ia menjelaskan bahwa metode penghitungan yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik turut memengaruhi tingginya angka pengangguran yang tercatat, karena seseorang yang tidak bekerja dalam kurun waktu enam bulan sudah dikategorikan sebagai pengangguran terbuka.
Lebih lanjut, Rahim tidak menampik bahwa tingginya angka pengangguran merupakan fenomena yang umum terjadi di kota-kota besar. Hal ini disebabkan oleh tingginya arus urbanisasi, di mana banyak pendatang datang ke kota dengan harapan memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
“Ini satu faktor yang membuat angka pengangguran di kota besar jadi tinggi, lebih besar,” ulasnya. Dengan meningkatnya jumlah pencari kerja yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, persaingan pun menjadi semakin ketat.
Selain faktor urbanisasi, kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka pengangguran. Meski demikian, terdapat indikasi positif dengan mulai bertambahnya jumlah lowongan pekerjaan.
Hal ini seiring dengan mulai beroperasinya program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), yang turut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menyerap tenaga kerja, meskipun dampaknya masih membutuhkan waktu untuk terlihat secara signifikan.
Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru tetap menunjukkan sikap optimis terhadap perbaikan kondisi ketenagakerjaan di masa mendatang. Mereka menargetkan penurunan angka pengangguran pada tahun 2026 hingga mencapai 4,7 persen.
Target ini mencerminkan adanya upaya strategis yang tengah disiapkan untuk menekan angka pengangguran secara bertahap dan berkelanjutan.
“Sedangkan pada tahun pada 2027, kita targetkan pengangguran turun 0,5 persen jadi 4,2 persen,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan adanya rencana jangka menengah yang cukup terukur dalam mengurangi tingkat pengangguran, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Rahim juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya активно mendorong generasi muda atau kawula muda untuk tidak hanya bergantung pada pencarian kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan kreativitas dan keterampilan yang dimiliki oleh masing-masing individu.
“Kementrian juga mendorong kawula muda menjadi wirausaha baru, jadi arah program kami bakal kesana. Kami mendorong lewat aneka pelatihan, seperti pelatihan barista misalnya,” paparnya.
Berbagai pelatihan keterampilan tersebut diharapkan dapat membekali masyarakat dengan kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Sebagai penutup, peningkatan angka pengangguran di Pekanbaru menjadi sinyal penting bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama mencari solusi yang efektif.
Upaya pemerintah dalam membuka lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja perlu didukung secara optimal agar target penurunan pengangguran dapat tercapai. Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan dan partisipasi masyarakat, diharapkan kondisi ketenagakerjaan di Pekanbaru dapat semakin membaik dalam beberapa tahun ke depan.
Sumber: TribunPekanbaru.com
