SELASIHMEDIA.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah mengambil langkah cepat dengan menurunkan satu unit alat berat ke lokasi guna menangani kerusakan jembatan yang berada di Dusun Sei Kijang, Desa Cipang Kiri Hulu, Kabupaten Rokan Hulu.
Upaya ini merupakan bagian dari respons pemerintah daerah dalam memulihkan infrastruktur yang terdampak bencana, sekaligus memastikan akses masyarakat tetap terjaga. Alat berat yang didatangkan tersebut difungsikan secara khusus untuk mendukung proses perbaikan jembatan yang mengalami kerusakan cukup serius.
Dengan adanya alat berat ini, diharapkan proses pengerjaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien, terutama dalam menangani bagian-bagian konstruksi yang membutuhkan penanganan teknis.
“Hari ini satu buah alat berat excavator sudah dimobilisasi ke lokasi,” kata Plt Kadis PUPR Rohul Zulfikri pada Tribunpekanbaru.com, Selasa (31/3/2026).
Sebagaimana diketahui, wilayah tersebut sebelumnya diterjang banjir bandang yang terjadi pada Jumat dini hari (27/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa tersebut tidak hanya mengakibatkan puluhan rumah warga terendam air, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur penting, termasuk jembatan yang menjadi akses utama masyarakat setempat.
Akibat kuatnya arus banjir, salah satu jembatan di lokasi tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah hingga tidak dapat dilalui untuk sementara waktu. Kondisi ini sempat menghambat aktivitas warga, terutama dalam hal mobilitas dan distribusi kebutuhan sehari-hari.
Bupati Rokan Hulu, Anton, turut meninjau langsung kondisi di lapangan pada hari yang sama setelah kejadian. Dalam kunjungannya, ia memberikan penekanan khusus agar perbaikan jembatan segera diprioritaskan, mengingat peran vitalnya bagi kelancaran aktivitas masyarakat.
Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak PUPR Rohul sebagai langkah konkret penanganan. Kerusakan utama pada jembatan terletak pada bagian tanah timbunan yang menjadi akses menuju badan jembatan.
Bagian tersebut tergerus oleh derasnya arus banjir, sehingga mengakibatkan struktur akses menjadi tidak stabil dan berbahaya untuk dilalui. Sebagai solusi sementara, warga bersama pihak terkait telah membangun jembatan darurat yang terbuat dari batang pohon kelapa.
Dengan adanya jembatan darurat ini, mobilitas masyarakat secara bertahap mulai kembali normal, bahkan kendaraan roda empat dan kendaraan berukuran lebih besar sudah dapat melintasi jalur tersebut meskipun dengan kehati-hatian.
Meski demikian, perbaikan permanen tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Kehadiran alat berat di lokasi menjadi bagian dari tahapan awal dalam proses rehabilitasi jembatan secara menyeluruh, sehingga nantinya dapat digunakan dengan aman dan dalam jangka panjang.
“Perbaikan secara permanen akan kita lakukan,” ujarnya. Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan ini, diharapkan proses pemulihan infrastruktur dapat segera selesai, sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa hambatan.
Pemerintah daerah juga menunjukkan komitmennya untuk terus merespons cepat setiap dampak bencana demi menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga.
Sumber: TribunPekanbaru.com
