SELASIHMEDIA.COM – Seorang buruh sawit bernama Iwan Saputra, yang akrab disapa Wak Ireng, menjadi sasaran amukan warga di SP 1, Desa Sungai Kuti, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), pada Rabu malam (8/4/2026). Pria tersebut mengalami luka di wajah dan sekujur tubuh setelah dihajar massa yang geram atas perbuatannya. Kemarahan warga dipicu oleh terungkapnya tindakan yang diduga dilakukan Iwan terhadap anak kandungnya sendiri.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari dua warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, perbuatan bejat tersebut dilakukan terhadap putri kandungnya yang masih berusia 15 tahun. Tidak hanya itu, Iwan juga diduga pernah melakukan hal serupa terhadap anaknya yang lebih tua pada waktu sebelumnya. Dengan demikian, kedua anak kandungnya menjadi korban dalam rentang waktu yang berbeda, masing-masing mengalami perlakuan tersebut selama lebih dari satu tahun.
Kasus ini mulai terungkap saat momen Lebaran 2026. Ketika itu, anak perempuan yang berusia 15 tahun berkunjung ke rumah kakaknya yang sudah menikah. Dalam kunjungan tersebut, korban menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya kepada sang kakak. Mendengar pengakuan tersebut, sang kakak kemudian mengungkap bahwa dirinya juga pernah menjadi korban perbuatan serupa yang dilakukan oleh ayah mereka. Fakta ini membuat keduanya sepakat untuk melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
Setelah informasi tersebut tersebar, warga pun mulai mengetahui tindakan yang dilakukan Iwan. Situasi semakin memanas ketika pelaku diduga telah menyadari bahwa perbuatannya telah terbongkar. Ia kemudian berencana melarikan diri bersama istrinya yang merupakan istri kedua. Untuk melancarkan aksinya, Iwan sempat berupaya menyewa mobil sebagai sarana pelarian. Namun, rencana tersebut gagal karena pemilik kendaraan menolak permintaannya.
Sebelum diamankan warga, Iwan sempat berada di sebuah warung yang terletak di area perkebunan PT SAM. Di lokasi itulah warga akhirnya menemukan keberadaannya. Emosi yang sudah memuncak membuat warga tidak dapat menahan amarah, sehingga pelaku menjadi sasaran pemukulan secara beramai-ramai. Aksi main hakim sendiri tersebut menyebabkan Iwan mengalami luka-luka cukup parah.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat setempat, mengingat tindakan yang dilakukan pelaku tergolong sangat keji dan melibatkan anak kandungnya sendiri. Warga berharap agar kasus ini segera ditangani oleh pihak berwenang secara hukum, sehingga pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kasus ini juga menjadi pengingat penting akan perlunya perlindungan terhadap anak, terutama di lingkungan keluarga. Peran masyarakat dalam mendeteksi dan melaporkan tindak kekerasan menjadi sangat krusial agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Sumber: Tribunrohul
