Serangan Virus Jembrana di Rohul, Peternak Diminta Segera Lapor Jika Ternak Sakit

SELASIHMEDIA.COM – Virus Jembrana dilaporkan menyerang ternak sapi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Sejak awal bulan puasa hingga saat ini, tercatat sudah empat ekor sapi milik warga yang mati akibat serangan penyakit tersebut.

Selain itu, sekitar 25 ekor sapi lainnya masih menjalani proses pengobatan dan pemulihan. Tidak hanya virus Jembrana, sejumlah ternak juga dilaporkan terpapar penyakit lain seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta parasit darah yang turut memperparah kondisi kesehatan hewan ternak tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Rohul, Cristian Agung Nugroho, melalui Kepala Bidang Peternakan Ir Doni menjelaskan bahwa kasus kematian ternak tersebut terjadi di Desa Pasir Makmur, Kecamatan Rambah Samo. Sementara itu, puluhan sapi yang saat ini sedang menjalani perawatan juga berasal dari desa yang sama.

“Kalau yang 25 ekor masih proses penyembuhan. Ada tanda-tanda mengarah ke lebih baik. Kalau yang mati totalnya ada 4,” kata Doni kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (6/3/2026).

Ia menceritakan bahwa pihak Disnakbun Rohul pertama kali menerima laporan mengenai kasus tersebut pada awal Ramadan. Saat itu, terdapat dua ekor sapi yang dilaporkan sakit dan kemudian mati.

Seiring berjalannya waktu, jumlah ternak yang mati bertambah hingga totalnya menjadi empat ekor sapi. Menurutnya, kasus ini diduga bermula dari seorang warga di desa tersebut yang baru saja membeli sapi jenis Bali. Pada awalnya kondisi sapi tersebut tampak sehat, namun beberapa waktu kemudian kesehatannya terus menurun hingga akhirnya menunjukkan gejala penyakit.

“Tempat angonan (menggembala) sapi sama dengan peternak lain. Jadi didiga disitu tertular,” terangnya.

Melihat kondisi tersebut serta adanya sekitar 25 ekor sapi yang jatuh sakit, pihak Disnakbun Rohul segera berkoordinasi dengan Balai Veteriner Bukit tinggi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tim dari Balai Veteriner Bukittinggi bahkan turun langsung ke Rohul guna mengambil sampel dari ternak yang terjangkit penyakit. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jenis virus yang menyerang ternak warga sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara tepat dan efektif.

“Kemarin baru keluar hasilnya. Tiga virus itu yang menyerang. Jembrana, PMK dan parasit darah,” ucapnya.

Untuk menekan penyebaran penyakit dan mempercepat proses pemulihan, pihak Disnakbun Rohul memberikan penanganan intensif terhadap ternak yang sakit. Pengobatan dilakukan dengan penyuntikan obat serta pemberian vitamin tambahan yang dilakukan hingga tiga kali dalam sehari.

Selain itu, petugas juga memberikan tambahan vitamin tradisional guna meningkatkan daya tahan tubuh ternak. Doni juga menyebutkan bahwa pihaknya menerima laporan serupa dari masyarakat di Kecamatan Bangun Purba. Di wilayah tersebut, terdapat seekor ternak yang juga diduga terinfeksi virus Jembrana.

“Tapi yang di Bangun Purba itu dipotong secara paksa,” ucapnya. Ia menambahkan, Disnakbun Rohul terus mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, agar aktif berkoordinasi dan segera melaporkan apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala sakit.

Dengan adanya laporan yang cepat dari masyarakat, diharapkan penanganan dapat dilakukan lebih dini sehingga penyebaran penyakit pada ternak dapat dicegah.

Sumber: TribunPekanbaru.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *